Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kepastian itu disampaikan menyusul munculnya antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), terutama untuk jenis Pertalite dan Biosolar dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, mengatakan antrean yang terjadi bukan disebabkan oleh gangguan distribusi maupun berkurangnya stok BBM.
Baca Juga:
Menurut Dedi, distribusi BBM dari Pertamina hingga saat ini berjalan normal dan tidak ditemukan kendala signifikan di lapangan.
Ia menilai meningkatnya antrean lebih disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat yang mendorong pembelian BBM secara bersamaan.
"Secara prinsip, pasokan BBM kita normal. Tidak ada gangguan distribusi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," kata Dedi, Minggu, 14 Juni 2026.
Ia menjelaskan, fenomena yang terjadi lebih mengarah pada panic buying atau pembelian secara berlebihan akibat kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan BBM.
Kondisi tersebut membuat banyak pengendara datang ke SPBU dalam waktu yang hampir bersamaan sehingga memicu antrean panjang.
Padahal, menurut Dedi, stok BBM di Sumatera Utara masih berada pada level aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Yang terjadi bukan karena stok menipis, tetapi karena perilaku konsumsi yang meningkat dalam waktu bersamaan. Ini yang menimbulkan penumpukan di SPBU," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga memastikan ketersediaan seluruh jenis BBM, termasuk Biosolar, masih terjaga dengan baik.
Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan di luar kebutuhan normal.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.