BREAKING NEWS
Sabtu, 20 Juni 2026

Bukan Karena Kelangkaan, Pemprov Sumut Sebut Antrean Panjang di SPBU Dipicu Panic Buying: Stok BBM Aman

Raman Krisna - Minggu, 14 Juni 2026 13:43 WIB
Bukan Karena Kelangkaan, Pemprov Sumut Sebut Antrean Panjang di SPBU Dipicu Panic Buying: Stok BBM Aman
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap. (foto: Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Kepastian itu disampaikan menyusul munculnya antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), terutama untuk jenis Pertalite dan Biosolar dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, mengatakan antrean yang terjadi bukan disebabkan oleh gangguan distribusi maupun berkurangnya stok BBM.

Baca Juga:

Menurut Dedi, distribusi BBM dari Pertamina hingga saat ini berjalan normal dan tidak ditemukan kendala signifikan di lapangan.

Ia menilai meningkatnya antrean lebih disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat yang mendorong pembelian BBM secara bersamaan.

"Secara prinsip, pasokan BBM kita normal. Tidak ada gangguan distribusi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," kata Dedi, Minggu, 14 Juni 2026.

Ia menjelaskan, fenomena yang terjadi lebih mengarah pada panic buying atau pembelian secara berlebihan akibat kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan BBM.

Kondisi tersebut membuat banyak pengendara datang ke SPBU dalam waktu yang hampir bersamaan sehingga memicu antrean panjang.

Padahal, menurut Dedi, stok BBM di Sumatera Utara masih berada pada level aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Yang terjadi bukan karena stok menipis, tetapi karena perilaku konsumsi yang meningkat dalam waktu bersamaan. Ini yang menimbulkan penumpukan di SPBU," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga memastikan ketersediaan seluruh jenis BBM, termasuk Biosolar, masih terjaga dengan baik.

Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan di luar kebutuhan normal.

"Belum ada alasan untuk cemas. Stok Biosolar aman dan distribusi berjalan normal. Masyarakat cukup membeli sesuai kebutuhan," kata Dedi.

Ia menambahkan, antrean panjang di SPBU tidak selalu menjadi indikator terjadinya kelangkaan BBM.

Dalam kondisi tertentu, kapasitas layanan SPBU yang terbatas dapat menyebabkan penumpukan kendaraan ketika permintaan meningkat dalam waktu bersamaan.

"SPBU memiliki kapasitas layanan terbatas. Jika kendaraan datang bersamaan dalam jumlah besar, antrean tidak bisa dihindari. Itu hal yang wajar, bukan tanda kelangkaan," ujarnya.

Dedi berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar terkait ketersediaan BBM.

Menurutnya, kepanikan yang tidak berdasar justru berpotensi menciptakan kelangkaan semu di tengah masyarakat.

Pemerintah bersama Pertamina akan terus memantau distribusi BBM guna memastikan pasokan tetap lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh isu, dan bijak dalam berbelanja BBM. Kepanikan justru bisa menciptakan kelangkaan semu," kata Dedi.*


(sp/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Perketat Pengawasan Harga Pangan, Siap Gelar Operasi Pasar Jika Harga Melonjak
Wakil Bupati Batu Bara Ajak HIKABARA Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah pada Munas II
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Akan Temui Prabowo di Istana Negara, Ini yang Dibahas
Usai Hadiri Aksi Gejayan, Tiyo Ardianto Temukan Alat Pelacak Misterius di Mobilnya: Sangat Menjijikkan, Kritik Dibalas Ancaman
Program MBG Tetap Dilanjutkan, Kantin Sekolah Bakal Dilibatkan
Perjalanan Harga Pertamax: Dari Rp2.450 hingga Rp16.250 per Liter
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru