Kendati tekanan jangka pendek terhadap dolar AS meningkat, sejumlah analis tetap memprediksi pelemahan jangka menengah terhadap mata uang Amerika Serikat.
"Dasar pandangan saya masih menunjukkan tren pelemahan USD secara perlahan. Tapi saat ini ada ruang untuk pemulihan teknikal," jelas Brown.
Di tengah ketidakpastian global dan kebijakan dagang AS yang agresif, rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam beberapa hari ke depan.
Pelaku pasar disarankan untuk mencermati perkembangan kebijakan The Fed, arah negosiasi dagang, dan kondisi geopolitik yang turut mempengaruhi arah pergerakan rupiah.*