BREAKING NEWS
Kamis, 24 Juli 2025

Bobby Nasution Tanggapi Lonjakan Harga Beras: Akan Cek Langsung ke Pasar dan Ritel

Raman Krisna - Rabu, 23 Juli 2025 20:10 WIB
75 view
Bobby Nasution Tanggapi Lonjakan Harga Beras: Akan Cek Langsung ke Pasar dan Ritel
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution saat rapat di Gedung DPRD Sumut, Rabu (23/7/2025). (foto: ig bobbynst)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution menyoroti lonjakan harga beras yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Ia menyatakan akan turun langsung ke pasar-pasar dan ritel guna memastikan kondisi riil di lapangan serta mendorong percepatan distribusi beras dari Perum Bulog.

"Terkait harga beras akan kita lihat ke pasar. Nanti kita dorong agar Bulog bisa mendistribusikan beras secepatnya," ujar Bobby saat ditemui usai menghadiri rapat di Gedung DPRD Sumut, Rabu (23/7/2025).

Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran masyarakat atas terus merangkaknya harga beras di sejumlah wilayah Sumut.

Sebelumnya, untuk menekan harga beras di pasaran, Perum Bulog Sumut telah menyalurkan 26 ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM).

"Dalam hari pertama ini, kami menyalurkan sebanyak 26 ton beras yang tersebar di wilayah Sumut," ungkap Budi Cahyanto, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Jumat (18/7/2025).

Bulog akan menyalurkan beras SPHP mulai dari 500 kilogram hingga satu ton per gerai.

Jika permintaan masyarakat meningkat, jumlah itu bisa ditambah maksimal dua ton per lokasi, tentunya dengan koordinasi bersama Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) setempat.

Budi menjelaskan bahwa harga jual beras SPHP tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni sebesar Rp 13.100/kg, sementara harga dari Bulog ke mitra penyalur sebesar Rp 11.300/kg.

"Kegiatan ini akan terus dilakukan sampai dihentikan oleh pemerintah pusat. Harapannya bisa menjaga stabilitas harga beras di pasaran," imbuhnya.

Stok beras di gudang Bulog Sumut saat ini tercatat mencapai 82.000 ton, yang disebut masih aman untuk kebutuhan distribusi jangka menengah.

Bulog juga masih terus melakukan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) dari petani lokal guna menjaga ketersediaan stok dan mendukung produksi domestik.

Editor
: Paul Antonio Hutapea
Tags
komentar
beritaTerbaru