BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

Cegah Peredaran Beras Oplosan, Polres Jembrana Bersama Tim Gabungan Sidak Pasar dan Pabrik

Fira - Kamis, 24 Juli 2025 10:41 WIB
Cegah Peredaran Beras Oplosan, Polres Jembrana Bersama Tim Gabungan Sidak Pasar dan Pabrik
Polres Jembrana bersama tim gabungan dari Dinas Koperindagkop serta Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana menggelar sidak ke Pasar Umum Negara dan pabrik penyosohan beras UD. Jaya Baru Lestari, Kamis (24/7) pagi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JEMBRANA - Dalam upaya mencegah peredaran beras premium oplosan, Polres Jembrana bersama tim gabungan dari Dinas Koperindagkop serta Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Umum Negara dan pabrik penyosohan beras UD. Jaya Baru Lestari, Kamis (24/7) pagi.

Sidak yang dimulai pukul 08.00 hingga 09.20 WITA ini menyasar langsung sejumlah kios penjual beras serta tempat penggilingan dan pengemasan untuk memastikan kualitas dan legalitas produk beras yang beredar di pasaran.

Beberapa kios yang diperiksa di antaranya Kios Nyoman Kantun dan Kios Pak Safii/Bu Rin. Rombongan kemudian melanjutkan pengecekan ke pabrik penyosohan UD. Jaya Baru Lestari di Desa Pengambengan.

Kepala Dinas Koperindagkop Jembrana, Drs. I Komang Agus Adinata, menegaskan bahwa hasil sidak menunjukkan seluruh beras telah memenuhi standar mutu dan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Tidak ditemukan adanya indikasi beras oplosan. Kualitas, kadar air, dan isi timbangan telah sesuai ketentuan, baik kategori premium maupun medium," ujar Adinata.

Senada, Wakapolres Jembrana Kompol I Ketut Darta, S.H., M.H. menegaskan pentingnya langkah preventif ini untuk menjamin keamanan konsumen dan mencegah praktik nakal dalam distribusi pangan.

"Kami mendukung penuh upaya monitoring ini demi menjamin hak masyarakat atas bahan pangan yang aman dan berkualitas," tegas Kompol Darta.

Selain dari pihak kepolisian dan dinas terkait, kegiatan ini juga dihadiri Kabid Perdagangan, Kabid Pangan, Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, dan perwakilan UPTD Pengelola Pasar.

Dalam pengecekan tersebut, ditemukan juga beras pecahan di atas 15%, yang dikonfirmasi bukan sebagai oplosan, melainkan digunakan untuk kebutuhan industri seperti UMKM dan tepung beras.

Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui dinas terkait memastikan bahwa sidak dan monitoring akan terus dilakukan secara berkala untuk menjaga kestabilan harga dan mutu pangan di daerah tersebut.*

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru