PADANGSIDIMPUAN — Harga beras di Kota Padangsidimpuan terus menunjukkan tren kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Merek beras premium favorit masyarakat, seperti Si Latihan dan Si Pulo, kini dijual dengan harga yang jauh melampaui harga sebelumnya.
Lonjakan harga ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Menurut data yang dihimpun, harga beras merek Si Latihan dan Si Pulo kemasan 50 kilogram yang sebelumnya sekitar Rp14.500 per kilogram kini telah naik menjadi Rp16.250 per kilogram.
Kenaikan drastis sebesar Rp1.750 per kilogram ini berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga, yang harus beradaptasi dengan biaya kebutuhan pokok yang semakin tinggi.
"Beras adalah kebutuhan pokok sehari-hari. Jika harganya terus naik dan sulit dijangkau, pemerintah harus bertanggung jawab untuk menjaga kestabilan harga," ungkap Bunga (46), seorang ibu rumah tangga di Padangsidimpuan yang merasakan langsung beban kenaikan harga tersebut.
Masyarakat Padangsidimpuan berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata dengan turun langsung ke lapangan untuk memantau harga dan pasokan beras.
Transparansi data stok dan distribusi beras menjadi sangat penting agar tidak terjadi praktik curang yang merugikan konsumen.
Pemerintah daerah juga diharapkan aktif berkoordinasi dengan Perum Bulog dan pelaku usaha beras agar pasokan tetap terjamin dan harga dapat lebih terkendali.
Kenaikan harga yang cukup signifikan ini juga menimbulkan dugaan adanya permainan harga oleh oknum-oknum tertentu yang menguasai jalur distribusi beras di wilayah Padangsidimpuan.
Beberapa pedagang lokal bahkan menyebut adanya mafia beras yang sengaja mempermainkan harga demi keuntungan pribadi.
"Kami menduga ada permainan mafia beras. Harga bisa naik drastis tanpa alasan yang jelas, pemerintah harus segera bertindak agar kondisi tidak semakin parah," ujar Indra (50), salah seorang pedagang grosir.
Kenaikan harga beras tidak hanya membebani rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk warung makan yang bergantung pada pasokan beras untuk operasional harian.
Banyak yang terpaksa mengurangi jumlah pembelian atau menyesuaikan harga jual agar tetap bisa bertahan.
Masyarakat berharap Pemko Padangsidimpuan dapat menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan kecurangan serta meningkatkan pengawasan distribusi beras.
Pemerintah juga diminta mempercepat penyaluran bantuan pangan dan memastikan kestabilan harga agar tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.
"Kondisi ini bisa berdampak pada stabilitas ekonomi lokal dan memperburuk angka kemiskinan. Pemko harus tanggap dan transparan dalam mengatasi masalah ini," tegas salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Kenaikan harga beras yang signifikan merupakan peringatan serius bagi semua pihak terkait.
Koordinasi yang solid dan pengawasan ketat menjadi kunci utama agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau dan terjamin.*