Di Tengah Kebocoran Anggaran, Prabowo Minta Aparat Bertindak Tegas Berantas Penyelundupan
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan jajaran aparat penegak hukum dan lembaga negara untuk memperkuat upaya pemberantasan pe
NASIONAL
JAKARTA — Seorang pelaku usaha bernama Mr. Oga, yang juga Direktur PT CGBID, mengaku mengalami kerugian finansial mencapai ratusan juta rupiah akibat keterlambatan pembayaran dari mitra bisnisnya.
Hal ini disampaikannya kepada sejumlah awak media saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, pada Kamis (30/7).
Menurut penuturannya, persoalan ini bermula dari kerja sama bisnis dalam distribusi produk foldable mat Freepark Playmat berukuran 0.8x180x200 cm yang melibatkan beberapa pihak dalam rantai distribusi.
PT CGBID disebut menjalin kemitraan dengan individu bernama Irpaa, yang selama 3–4 tahun dikenal sebagai pemasok produk sejenis di salah satu ritel besar, Lotte Mart Pasar Rebo.
Adapun alur kerja sama bisnis tersebut melibatkan beberapa entitas, yaitu:
CV Tridaya → PT CGBID → PT PAG (Prima Abadi Globallindo) → Lotte Mart.
Pada tanggal 29 November 2024, PT CGBID mengeluarkan purchase order (PO) kepada CV Tridaya sebanyak 3.000 unit produk senilai Rp305.100.000 (belum termasuk PPN), berdasarkan permintaan dari PT PAG.
Sesuai perjanjian, PT PAG semestinya melakukan pembayaran kepada PT CGBID dalam jangka waktu 30 hari setelah transaksi.
Namun, hingga akhir Juli 2025, pembayaran yang diterima oleh PT CGBID dari PT PAG baru sebesar Rp50 juta, yang dilakukan pada Maret 2025.
Sisanya belum diselesaikan, dan belum terdapat kejelasan resmi terkait rencana pelunasan.
"Keterlambatan pembayaran invoice seperti ini bukan hal sepele. Ini mengganggu arus kas dan operasional perusahaan, serta berpotensi menimbulkan konflik hukum bila tidak segera ditangani," ujar Mr. Oga.
Ia juga menyebut bahwa pihak PT PAG, yang diwakili oleh individu bernama Irpaa, beberapa kali menyampaikan janji pembayaran dengan nominal dan waktu tertentu.
Namun, janji tersebut tidak terealisasi hingga kini. Bahkan, menurutnya, komunikasi dengan pihak yang bersangkutan menjadi semakin sulit dilakukan.
Pihak PT CGBID berharap agar PT Prima Abadi Globallindo dapat segera memberikan klarifikasi resmi dan menunjukkan itikad baik dalam penyelesaian kewajiban pembayaran demi menjaga kemitraan bisnis yang sehat dan profesional.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari manajemen PT Prima Abadi Globallindo mengenai permasalahan yang disampaikan oleh Mr. Oga.*
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan jajaran aparat penegak hukum dan lembaga negara untuk memperkuat upaya pemberantasan pe
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melantik Dewan Pengawas dan Dewan Hakim untuk pelaksanaan MTQ ke59 Kota Medan yang akan
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mendukung rencana penyesuaian Rencana Bisnis Bank (RBB) yang tengah disiapkan Otoritas Jas
EKONOMI
JAKARTA Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menepis isu yang menyebut Indonesia akan mengalami situasi chaos dalam waktu dekat. Ia men
POLITIK
JAKARTA Timnas Futsal Indonesia memastikan tiket ke final Piala AFF Futsal 2026 setelah mengalahkan Vietnam dengan skor 32 pada babak sem
OLAHRAGA
MEDAN Program peningkatan layanan kesehatan yang digagas Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mulai menunjukkan dampak nyata di Kepula
KESEHATAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memastikan sektor riil di wilayahnya mendapatkan akses dan dukungan keuangan yang memadai g
EKONOMI
DELISERDANG Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyerahkan tali asih kepada atlet peraih medali pada ajang SEA Games 2025 di Thailan
OLAHRAGA
JAKARTA Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah, mendorong seluruh koperasi di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dan kemitr
EKONOMI
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dalam penyelamatan keuangan
NASIONAL