BREAKING NEWS
Kamis, 19 Februari 2026

Stok Beras Premium Menipis, Aprindo Ungkap Pengusaha Ritel Dipanggil Polisi Gara-Gara Beras Oplosan

- Kamis, 14 Agustus 2025 20:19 WIB
Stok Beras Premium Menipis, Aprindo Ungkap Pengusaha Ritel Dipanggil Polisi Gara-Gara Beras Oplosan
ilustrasi beras premium (foto: ekonomibisnis.com)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengungkapkan bahwa stok beras premium di sejumlah toko ritel modern saat ini menipis.

Hal ini disebabkan oleh pengurangan distribusi dari produsen, serta kekhawatiran pelaku usaha akibat pemanggilan oleh aparat penegak hukum terkait dugaan perdagangan beras oplosan.

Ketua Umum Aprindo, Roy Nicholas Mandey (Solihin), menyatakan bahwa banyak anggota Aprindo yang dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian karena menjual merek beras premium yang belakangan diketahui mengandung unsur pencampuran atau tidak sesuai label (oplosan).

"Saya punya anggota 54 ribu, dan banyak di antaranya dipanggil polisi karena menjual beras yang diumumkan sebagai oplosan. Jadi wajar kalau sekarang stok tipis karena pengusaha jadi enggan menjual barang yang jadi polemik," ujar Solihin dalam konferensi pers di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2025).

Ritel Pilih Aman: Tarik Stok, Hindari Risiko Hukum

Menurut Solihin, situasi tersebut membuat para pengusaha ritel memilih langkah hati-hati dengan membatasi penjualan produk beras premium dari brand-brand yang sedang menjadi sorotan publik dan kepolisian. Beberapa pemda juga disebut secara langsung meminta produk bermasalah diturunkan dari rak-rak ritel.

"Reaksi dari Kepolisian, juga tekanan dari sebagian masyarakat dan pemerintah daerah, bikin ritel tidak nyaman. Kita ini pedagang, bukan pelaku produksi. Tapi karena kita yang menjual, kita yang dipanggil. Akhirnya banyak yang memilih tidak menjual produk yang jadi polemik," tegasnya.

Meski enggan menyebutkan secara spesifik jumlah pengusaha ritel yang dipanggil oleh aparat, Solihin menegaskan bahwa jumlahnya lebih dari satu. Ia juga menyebut bahwa produsen beras premium pun saat ini banyak yang menghentikan produksi, sehingga berdampak langsung ke ketersediaan di pasar.

Pasokan Akan Normal Kembali Pekan Depan

Aprindo memastikan bahwa kondisi ini bersifat sementara. Pasokan beras premium, termasuk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog, dipastikan akan kembali normal mulai pekan depan.

"Pasokan SPHP akan kembali berjalan pekan depan, distribusi akan diperbaiki. Kita harap ini bisa meredam gejolak yang terjadi di masyarakat," tambah Solihin.

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru