Co-Founder & CEO IDRX, Nathanael Christian, mengungkapkan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi kripto di Indonesia.
Ia mendorong penggunaan stablecoin berbasis rupiah demi memperkuat kedaulatan mata uang nasional.
"Lebih dari 99 persen investor kripto menggunakan dolar AS, sehingga kita perlu berkolaborasi dengan regulator dan pelaku usaha untuk mengembangkan sistem yang mengedepankan rupiah," tegas Nathanael.
Sementara itu, Febi Mettasari, pengembang Web3 perempuan, menilai komunitas kripto masih didominasi oleh fokus pada aktivitas trading.
Ia berharap dukungan lebih besar terhadap pengembangan teknologi blockchain secara menyeluruh, termasuk untuk keperluan sosial, edukasi, dan ekonomi kreatif.
"Dengan regulasi yang mendukung dan ekosistem yang inklusif, Indonesia bisa menjadi pemain kunci dalam adopsi Web3 global," ujarnya.
Timo menutup dengan menyatakan, "Kami sangat antusias dengan pertumbuhan ekosistem kripto di Indonesia. Kehadiran tokoh seperti Nathanael dan Febi akan sangat memperkaya arah pengembangan industri ini ke depan."*