BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.351 per Dolar AS, Sentimen Global & Domestik Jadi Sorotan

Paul Antonio Hutapea - Kamis, 28 Agustus 2025 09:52 WIB
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.351 per Dolar AS, Sentimen Global & Domestik Jadi Sorotan
Ilustrasi. (foto: Vocazine)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN (BITV) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi (28/8/2025).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terapresiasi sebesar 0,10% atau 16,50 poin ke level Rp16.351,50 per dolar AS.

Penguatan ini menjadikan rupiah sebagai salah satu mata uang Asia dengan performa terbaik hari ini, di tengah pelemahan indeks dolar AS yang tercatat turun 0,09% ke posisi 98,14.

Baca Juga:

Sejumlah mata uang utama Asia juga mencatat penguatan terhadap dolar AS. Di antaranya:

- Yen Jepang: naik 0,06%

Baca Juga:

- Dolar Singapura: naik 0,10%

- Dolar Taiwan: naik 0,14%

- Won Korea Selatan: naik 0,30%

- Peso Filipina: naik 0,03%

- Ringgit Malaysia: naik 0,07%

- Baht Thailand: naik 0,19%

Sementara itu, pelemahan tercatat pada mata uang:

- Dolar Hong Kong: turun 0,02%

- Rupee India: turun 0,12%

- Yuan China: turun 0,04%

Pengamat valas Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif sepanjang hari ini, dengan potensi ditutup melemah di kisaran Rp16.360–Rp16.420 per dolar AS.

Menurutnya, sejumlah sentimen eksternal dan domestik akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah ke depan.

"Ketidakpastian dari The Fed dan potensi campur tangan politik menjadi perhatian pelaku pasar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (27/8).

Salah satu sorotan utama datang dari Amerika Serikat, di mana Presiden Donald Trump dikabarkan berencana mencopot Lisa Cook dari posisi Gubernur The Fed atas dugaan penipuan hipotek.

Langkah tersebut menuai kritik karena dinilai dapat mengganggu independensi bank sentral.

Pasar juga masih mencerna rencana kebijakan tarif baru AS terhadap India, yang akan menaikkan tarif ekspor menjadi total 50%.

Hal ini dinilai Ibrahim bisa meningkatkan kekhawatiran akan ketegangan dagang baru di kawasan.

Dari dalam negeri, pergerakan rupiah turut dibayangi oleh rencana demonstrasi besar-besaran buruh yang berlangsung hari ini di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya.

Aksi ini diperkirakan melibatkan lebih dari 10.000 buruh dengan titik konsentrasi di depan Gedung DPR/MPR dan Istana Kepresidenan.

Beberapa tuntutan utama dalam aksi ini antara lain:

- Penolakan upah murah

- Kenaikan upah minimum nasional sebesar 8,5%–10,5% pada 2026

- Penghapusan sistem outsourcing

Dengan banyaknya dinamika baik dari dalam maupun luar negeri, pergerakan rupiah masih berpotensi mengalami tekanan dalam jangka pendek.

Pelaku pasar diimbau tetap mencermati perkembangan kebijakan global dan arah kebijakan fiskal dalam negeri agar dapat mengambil keputusan investasi dengan lebih bijak.*

(bi/a008)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo: Pemerintah Akan Jamin Kehidupan Keluarga Affan Kurniawan
Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.347,5 di Akhir Pekan, Terdorong Sentimen Global dan Ekspektasi The Fed
Harga Emas Antam Menguat, Tembus Rp1,96 Juta per Gram Seiring Tren Dunia
APINDO – PPLBI Perkuat Peran Pusat Logistik Berikat untuk Tekan Biaya Logistik Nasional
Usai Aksi Buruh, Massa Mahasiswa Datangi Gedung DPR Bawa Spanduk Tuntutan
Polda Metro Jaya Imbau Tak Gunakan Live Streaming untuk Provokasi Demo, Masyarakat Diminta Lapor
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru