JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan hari ini di zona merah. Pada sesi pembukaan, IHSG tercatat turun 2,566 poin atau 0,03 persen ke level 7.883,297.
Sebelumnya, pada sesi preopening, IHSG sempat melemah lebih dalam sebesar 12,020 poin atau 0,15 persen ke posisi 7.873,843.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menunjukkan pelemahan. Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 08.57 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp16.448 per dolar AS, melemah 32 poin atau 0,19 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Pergerakan pasar saham di Asia pagi ini menunjukkan tren yang beragam:
Nikkei 225 (Jepang): Naik 350,902 poin (0,84%) ke level 42.289,800
Hang Seng (Hong Kong): Turun 24,759 poin (0,10%) ke 25.318,669
SSE Composite (China): Turun 25,920 poin (0,68%) ke 3.787,639
Straits Times (Singapura): Naik 11,649 poin (0,27%) ke 4.300,979
Tekanan Global dan Sentimen Dalam Negeri
Pelemahan IHSG dan rupiah pagi ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Beberapa faktor global yang memengaruhi pasar antara lain:
Kekhawatiran atas kebijakan suku bunga lanjutan dari The Fed
Perlambatan ekonomi Tiongkok yang menekan indeks regional
Fluktuasi harga komoditas global
Sementara dari dalam negeri, investor masih mencermati proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III, serta arus modal asing yang mulai keluar dari pasar saham dan obligasi Indonesia.
Prospek Sesi Perdagangan Hari Ini
Analis memperkirakan IHSG akan bergerak fluktuatif sepanjang hari, dengan kecenderungan koreksi terbatas, sambil menanti rilis data ekonomi dan pergerakan pasar global yang lebih stabil.
Saham-saham di sektor perbankan, energi, dan komoditas kemungkinan masih akan menjadi sorotan utama hari ini.*