JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat program penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi secara tepat sasaran melalui sistem pendataan pengguna berbasis QR Code.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi BBMsubsidi sekaligus mendorong penggunaan BBM non-subsidi.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyatakan bahwa pembelian BBMsubsidi jenis solar bersubsidi maupun Pertalite di seluruh SPBU telah menerapkan transaksi menggunakan QR Code secara penuh, khususnya untuk kendaraan roda empat.
"Untuk penyaluran subsidi solar atau biosolar, saat ini sudah 100% pembelian BBM biosolar menggunakan QR Code. Untuk Pertalite, tahun ini juga kami telah menyelesaikan transaksi Pertalite 100% menggunakan QR Code," ungkap Mars Ega dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Jumat (12/9/2025).
Mars Ega menambahkan, kebijakan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan konsumsi BBM non-subsidi yang dipasarkan Pertamina.
Realisasi penyaluran BBMsubsidi seperti Solar dan Pertalite bahkan masih di bawah kuota yang ditetapkan oleh pemerintah.
"Untuk produk Pertalite, realisasi penyaluran saat ini sekitar 10% di bawah kuota, sedangkan untuk solar subsidi sekitar 3% di bawah kuota. Dengan pengendalian subsidi yang tepat sasaran, kami melihat adanya peningkatan signifikan pada produk non-subsidi," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, memaparkan bahwa salah satu faktor kosongnya stok BBM di sejumlah SPBU swasta adalah adanya peralihan konsumsi dari BBMsubsidi ke non-subsidi dengan volume mencapai 1,4 juta kiloliter (KL).
"Menurut perhitungan kami, terjadi shifting konsumsi BBMsubsidi ke non-subsidi sebesar 1,4 juta kiloliter. Hal ini menyebabkan meningkatnya permintaan BBM di badan usaha swasta," kata Yuliot di Gedung DPR RI, Rabu (3/9/2025).
Lebih jauh Yuliot menjelaskan, sebagian masyarakat belum melakukan pendaftaran QR Code untuk mengakses BBMsubsidi karena kendaraan yang mereka miliki tidak memenuhi ketentuan kapasitas mesin (CC) yang ditetapkan.
Kondisi ini memaksa mereka beralih ke BBM non-subsidi.
"Sementara masyarakat perlu melakukan pendaftaran QR Code, namun karena kapasitas mesin kendaraannya tidak sesuai, mereka akhirnya beralih menggunakan BBM non-subsidi," pungkasnya.
Dengan penerapan QR Code yang telah berjalan 100% untuk BBMsubsidi di SPBUPertamina, pemerintah dan PT Pertamina Patra Niaga optimistis program subsidi tepat sasaran ini akan terus berjalan efektif, mengurangi penyalahgunaan, dan mendorong penggunaan energi yang lebih efisien di tengah masyarakat.*