BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

Harga Emas Antam Turun Rp3.000, Akhiri Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Adelia Syafitri - Kamis, 25 September 2025 09:09 WIB
Harga Emas Antam Turun Rp3.000, Akhiri Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Ilustrasi. (foto: Logam Mulia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) mengalami koreksi pada perdagangan Kamis, 25 September 2025.

Penurunan ini turut dipengaruhi oleh aksi ambil untung investor di pasar global.

Harga emas Antam hari ini turun Rp3.000 menjadi Rp2.171.000 per gram, setelah pada Rabu (24/9) sempat menembus rekor tertinggi sepanjang masa di Rp2.174.000 per gram.

Baca Juga:
Meski demikian, secara year-to-date (YtD), harga emas Antam masih menunjukkan kinerja impresif dengan kenaikan sebesar Rp650.000 atau 42,65% dari posisi awal tahun 2025.

Harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam juga mengalami koreksi Rp3.000 menjadi Rp2.018.000 per gram dari posisi tertinggi sebelumnya Rp2.021.000 per gram.

Sepanjang tahun ini, harga buyback sudah melonjak Rp647.000 atau 47,09%, mencerminkan kuatnya permintaan emas di pasar domestik, meski mengalami fluktuasi sesekali.

Rincian Harga Emas Logam Mulia Antam Hari Ini (25 September 2025)

0.5 gram : Rp1.135.500

1 gram : Rp2.171.000

2 gram : Rp4.282.000

3 gram : Rp6.398.000

5 gram : Rp10.630.000

10 gram : Rp21.205.000

25 gram : Rp52.887.000

50 gram : Rp105.695.000

100 gram : Rp211.312.000

250 gram : Rp528.015.000

500 gram : Rp1.055.820.000

1000 gram : Rp2.111.600.000

Turunnya harga emas Antam juga dipengaruhi oleh koreksi harga emas global.

Harga emas dunia di pasar spot pada Rabu (24/9) ditutup melemah 0,6% ke level US$3.741,5 per troy ounce, setelah menyentuh rekor US$3.764,2 per troy ounce pada awal pekan.

Meski melemah, harga emas global masih mencatatkan kenaikan 2,21% dalam sepekan dan 11,11% dalam sebulan terakhir.

Secara year-to-date, emas dunia telah melonjak 40,83%.

Analis menilai, koreksi ini dipicu oleh aksi profit taking setelah harga menyentuh titik tertinggi sepanjang masa.

Kenaikan tajam dalam waktu relatif singkat kerap menjadi pemicu investor merealisasikan keuntungan.

"Aset seperti emas yang mengalami reli besar biasanya akan rentan terhadap aksi ambil untung, sehingga wajar jika terjadi tekanan jual dalam jangka pendek," ujar salah satu analis pasar komoditas.

Meskipun ada koreksi, prospek emas dinilai masih positif di tengah ketidakpastian global, ketegangan geopolitik, dan fluktuasi nilai tukar.

Emas tetap menjadi aset lindung nilai (safe haven) yang diminati investor untuk menjaga nilai kekayaan dari inflasi dan pelemahan mata uang.

Investor disarankan untuk tetap memperhatikan sentimen global, pergerakan suku bunga The Fed, dan kondisi geopolitik sebagai faktor penentu arah harga emas ke depan.*

(bb/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Beras Premium Masih Tembus di Atas HET, Minyak Goreng dan Gula Juga Naik di Akhir September 2025
Ny. Putri Suastini Koster Raih Juara III Nasional Pembina Posyandu Terbaik di Rakornas 2025
Komite III DPD RI Desak BGN Evaluasi Vendor MBG: 5.626 Kasus Keracunan Harus Jadi Alarm Serius
Satu-satunya Polwan di Misi Damai Helsinki, Aipda Rosita Rahayu Terima Penghargaan Kompolnas
Baznas Resmi Buka Beasiswa Cendekia Rusia 2025, Dukung Indonesia Emas 2045
IHSG Menguat, Sentuh Rekor Market Cap Rp15.000 Triliun, Saham EMAS hingga BBCA Moncer
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru