BREAKING NEWS
Sabtu, 18 April 2026

IHSG Sentuh Level 8.169, Waspadai Profit Taking dan Tekanan Eksternal

Adelia Syafitri - Kamis, 25 September 2025 09:18 WIB
IHSG Sentuh Level 8.169, Waspadai Profit Taking dan Tekanan Eksternal
Ilustrasi. (foto: bizhare)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Kamis (25/9/2025), melanjutkan tren positif meski dibayangi oleh tekanan eksternal dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Pada pukul 09.01 WIB, IHSG mencatat kenaikan 3,46 poin atau menguat 0,04% ke level 8.130.

Baca Juga:
Dua menit berselang, indeks kembali menguat ke level 8.141, mencerminkan kenaikan 0,14% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total volume perdagangan mencapai 2,19 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,17 triliun.

Frekuensi perdagangan tercatat 133.999 kali, dengan 264 saham menguat, 137 saham melemah, dan 217 saham stagnan.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas menyebut trenIHSG masih tergolong bullish, meski mulai muncul aksi ambil untung (profit taking) terhadap saham-saham yang sudah reli dalam beberapa hari terakhir.

"IHSG berpotensi tertekan oleh pelemahan rupiah yang mendekati level Rp16.700 per dolar AS," tulis BRI Danareksa dalam riset hariannya.

Adapun saham-saham pilihan dari BRI Danareksa untuk perdagangan hari ini adalah BUMI, NCKL, dan DKFT, yang dinilai mendapat sentimen positif dari kenaikan harga komoditas.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai IHSG sempat menyentuh level intraday tertinggi di 8.169, namun mulai bergerak stagnan akibat tekanan eksternal, termasuk penguatan US Dollar Index dan pelemahan mata uang regional Asia.

Baca Juga:
"Indikator teknikal seperti Stochastic RSI menunjukkan area overbought, dan volume jual mulai meningkat. Ini sinyal bahwa IHSG berpotensi bergerak fluktuatif di kisaran 8.070–8.170," ujar Phintraco dalam analisis teknikalnya.

Saham-saham pilihan Phintraco untuk hari ini meliputi ERAA, PGAS, EXCL, CBDK, dan BBRI.

Di sisi lain, CGS International Sekuritas Indonesia mencatat pelemahan bursa Wall Street dan aksi jual investor asing sebagai dua sentimen negatif utama hari ini.

Namun, naiknya harga komoditas seperti nikel, batu bara, dan minyak mentah dipandang sebagai katalis positif.

"IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung melemah, dengan kisaran support di 8.065–8.000 dan resistance di 8.190–8.250," terang CGS International.

Panin Sekuritas turut menggarisbawahi bahwa meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Rusia, pelemahan rupiah, serta kembalinya tekanan jual dari dana asing menjadi pemberat pergerakan indeks.

"Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, terutama jika tidak mampu bertahan di atas level 8.070," tulis Panin Sekuritas dalam laporan hariannya.

Saham-saham yang direkomendasikan Panin untuk dicermati hari ini adalah TLKM, INKP, dan BNGA.

Baca Juga:
Dari sisi korporasi, kabar positif datang dari Danantara Indonesia yang meraih rating AAA dari Fitch Ratings, sebagai bagian dari persiapan penerbitan Patriot Bonds senilai Rp50 triliun.

Obligasi ini digadang-gadang sebagai strategi pendanaan jangka panjang untuk mendukung pembangunan nasional, dan berpotensi menarik minat investor institusi dalam negeri.*

(bb/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Menguat, Sentuh Rekor Market Cap Rp15.000 Triliun, Saham EMAS hingga BBCA Moncer
IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.058, Saham AMMN, CDIA, dan DNET Jadi Penopang Utama
IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.079, Saham BRPT hingga HMSP Kinclong
Tren Foto AI Masa Kecil dan Dewasa Viral di Media Sosial, Begini Cara Membuatnya!
IHSG Bertahan di Zona Hijau, Investor Tunggu Hasil Rapat BI dan The Fed
Bupati Anton Saragih Hadiri Maulid Nabi, Ajak Santri Fokus Gapai Cita-cita dan Gotong Royong Bangun Simalungun
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru