BREAKING NEWS
Kamis, 15 Januari 2026

Rupiah Melemah ke Rp16.628 per Dolar AS, Sentimen Shutdown AS dan Data Global Jadi Pengaruh

- Jumat, 03 Oktober 2025 13:04 WIB
Rupiah Melemah ke Rp16.628 per Dolar AS, Sentimen Shutdown AS dan Data Global Jadi Pengaruh
ilustrasi (foto : tempo)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat pagi. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.26 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp16.628 per dolar AS, turun 30 poin atau 0,18% dibandingkan hari sebelumnya.

Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah tren serupa di kawasan Asia, di mana sejumlah mata uang regional juga mencatat depresiasi terhadap greenback. Yen Jepang melemah 0,22%, won Korea Selatan 0,17%, ringgit Malaysia 0,15%, dan dolar Taiwan 0,10%.

Sementara itu, sejumlah mata uang lainnya justru mengalami penguatan, seperti peso Filipina (+0,16%), rupe India (+0,11%), dan yuan China (+0,01%). Dolar Hong Kong tercatat stabil dengan penguatan 0,02%.

Baca Juga:

Shutdown AS Bikin Data Ekonomi Tertahan

Mengutip Reuters, penguatan dolar AS didorong oleh kekhawatiran pasar terkait penutupan pemerintahan (shutdown) di AS. Situasi ini membuat beberapa data ekonomi resmi tertunda, termasuk laporan nonfarm payrolls September yang seharusnya dirilis hari ini.

Meski demikian, pasar tetap mendapatkan acuan dari laporan swasta seperti data ADP yang menunjukkan penurunan jumlah gaji sektor swasta sebesar 32.000 pada bulan lalu. Hal ini sempat mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melonggarkan kebijakan moneternya.

Namun, dolar AS justru kembali menguat pada Kamis, setelah melemah selama empat hari berturut-turut sebelumnya. Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, menyebut absennya data pemerintah tak akan mengguncang pasar secara signifikan.

"Pasar telah berevolusi dan kini lebih banyak mengandalkan data dari sektor swasta. Saya rasa baik pelaku pasar maupun The Fed tidak akan bertindak gegabah," ujar Chandler.

Prospek Suku Bunga dan Arah Kebijakan The Fed

Kinerja dolar AS saat ini sangat dipengaruhi oleh spekulasi terkait arah kebijakan suku bunga The Fed. Pasar memperkirakan kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga hingga akhir 2025, namun data ekonomi yang masih bercampur membuat investor cenderung berhati-hati.

Sementara itu, di dalam negeri, penguatan dolar dan volatilitas global terus menjadi tantangan bagi stabilitas rupiah, terutama di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.*

(bs/j006)


Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru