Produksi bijih nikel naik 72 persen menjadi 12,55 juta wet metric ton (wmt), dengan penjualan melonjak 97 persen menjadi 11,23 juta wmt. Produksi feronikel tercatat 13.309 ton nikel (TNi), dengan penjualan 8.182 TNi.
Segmen bauksit dan alumina juga mencatat pertumbuhan, menyumbang 3 persen dari total pendapatan atau Rp 1,95 triliun, naik 68 persen dari Rp 1,16 triliun.
Produksi bauksit meningkat 263 persen menjadi 2,31 juta wmt, dengan penjualan melonjak 1.033 persen menjadi 1,10 juta wmt.
Produksi alumina tercatat 134.224 ton, naik 27 persen, sementara penjualan alumina tercatat 134.768 ton, naik 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja positif Antam menunjukkan efektivitas strategi pengelolaan biaya, efisiensi operasional, dan optimalisasi nilai tambah produk yang dijalankan perusahaan, sekaligus menjadi bukti penguatan fundamental perusahaan di tengah pasar logam global.*