Penurunan harga diumumkan melalui situs resmi perusahaan, Jumat (31/10).
Harga Shell Super turun menjadi Rp12.680 per liter dari harga sebelumnya Rp12.890 per liter. Sementara Shell V-Power dijual Rp13.260 per liter, lebih rendah dibanding Rp13.420 per liter pada 1 Oktober lalu.
BBM jenis Shell V-Power Nitro+ juga mengalami penurunan harga menjadi Rp13.480 per liter dari Rp13.590 per liter sebelumnya.
Di sisi lain, harga Shell V-Power Diesel justru mengalami kenaikan dari Rp14.270 per liter menjadi Rp14.410 per liter.
Meski ada penurunan harga pada produk bensin, pasokan BBM Shell di SPBU saat ini masih kosong, karena perusahaan belum mencapai kesepakatan impor BBM melalui Pertamina.
President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menjelaskan bahwa pembahasan terkait tambahan impor BBM dengan pemerintah masih berlangsung.
"Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa saat ini belum mencapai kesepakatan business-to-business (B2B) terkait aspek komersial untuk pasokan base fuel dari Pertamina Patra Niaga. Pembahasan B2B terkait pasokan impor base fuel terus berlanjut," kata Ingrid melalui keterangan tertulis.
Akibat belum tercapainya kesepakatan, SPBU Shell belum dapat menyediakan BBM jenis bensin seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+.
Namun, SPBU Shell tetap melayani pelanggan dengan Shell V-Power Diesel, serta menyediakan produk dan layanan lainnya, termasuk Shell Select, Shell Recharge, bengkel, dan pelumas Shell.
Penurunan harga ini diharapkan memberikan keringanan bagi konsumen, meski keterbatasan pasokan BBM bensin menjadi perhatian utama Shell dan pemerintah.*
(cn/M/006)
Editor
:
Harga BBM Pertamina Naik, Shell Turun: Siapa yang Lebih Menguntungkan Hari Ini?