JAKARTA— Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan rencana pembangunanpeternakan ayam petelur di wilayah-wilayah dengan harga telur masih tinggi atau di atas Harga Acuan Pembelian (HAP).
Strategi ini bertujuan menekan inflasi dan memastikan ketersediaan telur secara merata di seluruh Indonesia.
"Ayam memang membuat harga naik, tapi ini bagus karena mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kami diperintahkan menyusun program pembangunan ekosistem telur, termasuk peternakan ayam petelur dan pedaging," kata Amran saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara daring, Selasa (4/11/2025).
Pemerintah akan memetakan daerah dengan harga telur tinggi untuk menjadi lokasi pengembangan peternakan baru, sehingga produksi lebih merata dan harga lebih stabil.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, beberapa wilayah seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, DI Yogyakarta, Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur masih mencatat harga telur ayam ras segar di kisaran Rp 28.000–Rp 29.900 per kilogram, lebih tinggi dari HAP Rp 26.500 per kilogram.
Amran menambahkan, kebutuhan telur nasional meningkat seiring pelaksanaan program MBG. "Kebutuhan telur MBG mencapai 700.000 ton, hampir 1 juta ton. Sedangkan ayam pedaging tambahan diperlukan sekitar 1,1 juta ton," jelasnya.
Pembangunan ekosistem peternakan ayam dan telur ini diproyeksikan dapat menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 1,4 juta orang.
"Program ini menggerakkan ekonomi rakyat, ekonomi Pancasila seperti yang disampaikan Bapak Presiden," ujar Amran.*
(kp/M/006)
Editor
:
Mentan Amran Sulaiman Kembangkan Peternakan Ayam Petelur di Daerah Harga Telur Tinggi