Rentetan Kasus Polisi di Awal 2026, Kompolnas: Penindakan Tegas dan Transparansi Jadi Kunci
JAKARTA Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyoroti serangkaian kasus yang melibatkan anggota Polri pada awal 2026, mulai dari duga
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,38% ke level 8.402,20 pada perdagangan Senin pagi.
Pergerakan positif ini ditopang oleh saham-saham big caps seperti BBCA, TLKM, dan DSSA yang kompak berada di zona hijau.
Berdasarkan data RTI Business pukul 09.01 WIB, IHSG naik 31,77 poin dengan rentang pergerakan 8.391–8.405.Baca Juga:
Total volume perdagangan mencapai 763,73 juta lembar saham senilai Rp446,86 miliar dengan frekuensi transaksi 70.764 kali.
Dari total saham yang diperdagangkan, 279 saham menguat, 124 saham melemah, dan 249 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp15.414 triliun.
Di antara saham unggulan, BBCA naik 0,89% ke Rp8.500 per saham, TLKM meningkat 1,41% ke Rp3.600 per saham, sedangkan DSSA menguat 0,16% ke Rp91.350 per saham.
Sementara itu, saham ANTM turun 1,32% ke Rp3.000, ARCI melemah 2,77% ke Rp1.230, dan CSIA turun 0,97% ke Rp408 per saham.
Dari daftar top gainers, saham TRUK memimpin dengan penguatan 21,46% ke Rp600, diikuti PBSA naik 19,53% ke Rp1.530, dan CSRN melesat 16,20% ke Rp157.
Sementara top losers ditempati MGLV, NAYZ, dan SHIP dengan koreksi masing-masing 9,93%, 6,80%, dan 6,52%.
Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Bank Indonesia menjadi salah satu pendorong penguatan IHSG.
Retail Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, Indri Liftiany, menilai keyakinan investor terhadap pemangkasan suku bunga tercermin pada penguatan sektor infrastruktur 6,92% dan sektor properti 5,35% pekan lalu.
"Investor cenderung mengambil posisi spekulatif pada sektor sensitif suku bunga seperti perbankan, infrastruktur, dan properti selama periode perdagangan 17–21 November 2025," ujar Indri.
Selain itu, pelaku pasar juga memanfaatkan sentimen aksi korporasi emiten untuk menunggangi momentum kenaikan harga.
Indri memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 8.325 hingga resistance 8.500 dengan kecenderungan menguat.
Sentimen global juga akan memengaruhi pasar, termasuk rilis FOMC Minutes The Fed, proyeksi penurunan S&P Global Composite PMI Flash AS ke 53,8, serta data pengangguran AS pasca berakhirnya shutdown pemerintahan.
Adapun sejumlah rekomendasi saham dari Indo Premier Sekuritas meliputi BRPT dengan target harga Rp4.250, CPIN target Rp1.100, dan INET buy on pullback menuju target Rp535.
Disclaimer: Berita ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya tanggung jawab pembaca.*
(bi/ad)
JAKARTA Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyoroti serangkaian kasus yang melibatkan anggota Polri pada awal 2026, mulai dari duga
HUKUM DAN KRIMINAL
MEKSIKO Kematian Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, alias El Mencho, pemimpin Cartel Jalisco Nueva Generacion (CJNG), mengundang gelomba
INTERNASIONAL
JAKARTA PT Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) hingga kini belum mencatatkan keuntungan, bahkan masih mengalami kerugian. Hal ini disampaikan ole
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi III DPR memberikan perhatian khusus terhadap kasus anak buah kapal (ABK) Fandi Ramadhan (26) yang dituntut hukuman mati a
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyesalkan pernyataan kontroversial pemilik akun media sosial sasetyaningtyas yang menye
NASIONAL
TAPANULI SELATAN Sejumlah papan bunga berisi ucapan selamat dan terima kasih kepada Bupati Tapanuli Selatan menghiasi kompleks perkantor
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan meniadakan kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Lapangan Merdeka selama Ramadan 1447 Hijriah. Kebijakan te
PEMERINTAHAN
MAKASSAR Dua perwira di lingkungan Polres Toraja Utara ditahan di Polda Sulawesi Selatan setelah diduga terlibat dalam kasus peredaran n
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Keuangan mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Januari 2026 mengalami defisit Rp54,6 tril
EKONOMI
JAKARTA Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau seluruh umat Islam untuk berhatihati membeli produk asal Amerika Serikat (AS) yang masu
NASIONAL