BREAKING NEWS
Kamis, 15 Januari 2026

SDM Indonesia Harus Siap! Wamenaker: 170 Juta Pekerjaan Baru Muncul, 92 Juta Lainnya Hilang

Adelia Syafitri - Selasa, 25 November 2025 10:20 WIB
SDM Indonesia Harus Siap! Wamenaker: 170 Juta Pekerjaan Baru Muncul, 92 Juta Lainnya Hilang
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor. (foto: afriansyah_ferrynoor/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Transformasi dunia kerja global menuntut kesiapan tenaga kerja Indonesia lebih cepat dari sebelumnya.

Hingga 2030, diperkirakan akan muncul 170 juta pekerjaan baru, sementara 92 juta pekerjaan berpotensi hilang akibat otomatisasi dan digitalisasi.

Kondisi ini menjadi perhatian Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor saat memberikan orasi pada prosesi wisuda Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Senin (24/11/2025).

Baca Juga:

Dalam orasinya yang bertema "Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja", Afriansyah menyoroti fakta bahwa dari 218,17 juta penduduk usia kerja Indonesia, 146,54 juta sudah bekerja dan 7,46 juta masih menganggur.

Mayoritas tenaga kerja berasal dari lulusan SMP dan SMA, dengan keterampilan dasar yang terbatas, sedangkan tuntutan pekerjaan kini lebih menekankan kompetensi teknis dan digital.

"Sekitar 57,8% tenaga kerja kita berada di sektor informal. Ini menunjukkan perlunya percepatan sertifikasi keterampilan, penguatan sistem penempatan kerja, serta peningkatan kompetensi agar SDM kita siap menghadapi tantangan global," ujar Afriansyah.

Wamenaker juga menekankan tiga faktor global yang memengaruhi lanskap ketenagakerjaan Indonesia, yakni disrupsi digital dan AI, transisi hijau (green jobs), dan perubahan demografi.

Untuk menghadapinya, Kemnaker menyiapkan strategi meliputi optimalisasi pelatihan vokasi nasional, kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah, serta penguatan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif.

Afriansyah menambahkan, Kemnaker telah menjalin MoU dengan 20 kementerian/lembaga, 12 pemerintah daerah, dan 35 mitra pembangunan.

Kolaborasi ini mencakup pelatihan digital skill, wirausaha, green jobs, hilirisasi industri, agroforestry, serta penyelarasan kurikulum vokasi dengan kebutuhan industri.

Selain itu, enam program strategis Kemnaker turut diperkuat, termasuk optimalisasi balai latihan kerja, penguatan SIAPKerja, program magang nasional, peningkatan produktivitas, hubungan industrial transformatif, dan optimalisasi barenbang ketenagakerjaan.

Afriansyah menegaskan bahwa keberhasilan karier tidak hanya ditentukan IPK, tetapi juga keterampilan teknis, kreativitas, portofolio, jejaring profesional, dan kemampuan adaptasi.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
LPDP Siap Bayar Tunggakan Beasiswa Mahasiswa Papua di Luar Negeri, Presiden Prabowo Setuju
Hari Guru ke-80, Bunda PAUD Ny. Darmawati: Mari Bangun Generasi Sehat, Cerdas, Berkarakter, dan Berakhlak Mulia
PHI Tegaskan Kesehatan Pekerja Jadi Pilar Utama Operasi Hulu Migas di HKN 2025
Perayaan Hari Guru di Cermari Hangat, Bupati Fery: Pendidikan Usia Dini Fondasi Masa Depan
IAEB 2025: Strategi Perguruan Tinggi Indonesia Memperkuat Jejaring Internasional
DPR Siapkan Bab Khusus RUU Sisdiknas untuk Tangani Perundungan di Sekolah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru