BREAKING NEWS
Selasa, 17 Februari 2026

Pertamina Siap Bangun Ekosistem Bioetanol, Target E10 Tingkatkan Penghematan

Adelia Syafitri - Selasa, 09 Desember 2025 13:41 WIB
Pertamina Siap Bangun Ekosistem Bioetanol, Target E10 Tingkatkan Penghematan
PT Pertamina memperkirakan Indonesia berpotensi menghemat sekitar Rp 100 triliun per tahun jika kebijakan pencampuran 10 persen etanol ke dalam bensin (E10) diterapkan secara nasional. (Foto: Dok. KEMENHUT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA, – PT Pertamina memperkirakan Indonesia berpotensi menghemat sekitar Rp 100 triliun per tahun jika kebijakan pencampuran 10 persen etanol ke dalam bensin (E10) diterapkan secara nasional.

Sementara, skenario pencampuran 50 persen etanol (E50) disebut bisa menekan impor BBM hingga Rp 500 triliun per tahun.

"Karena impor BBM kita hampir Rp 500 triliun per tahun, setengah dari volume BBM nasional. Jika E10 diterapkan untuk semua program, sekitar 20 persen atau Rp 100 triliun bisa dihemat dari pengurangan impor," kata Nanang Kurniawan, VP of Technology & Engineering PT Pertamina Power Indonesia, Senin (9/12/2025) di Jakarta.

Baca Juga:

Selain menghemat devisa, implementasi bioetanol juga dinilai bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Bahkan, pencampuran lima persen etanol ke dalam bensin (E5) diperkirakan dapat menurunkan emisi karbon hingga 2 juta tCO₂ per tahun pada 2034.

Indonesia memiliki beragam potensi bahan baku bioetanol, termasuk tebu, sorgum, aren, jagung, dan singkong.

Pertamina menyebut pentingnya strategi multifeedstock agar pasokan bahan baku stabil dan tidak bersaing dengan pangan maupun lahan produktif.

"Kami akan mengoptimalisasi pabrik-pabrik eksisting dengan potensi 1,7 juta ton molase per tahun. Selain itu, pembangunan pabrik baru dan eksplorasi feedstock lain diharapkan mempercepat pencapaian target E10," ujarnya.

Pertamina menekankan integrasi hulu ke hilir melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari kampus, pertanian, hingga industri, untuk membangun ekosistem bioetanol yang berkelanjutan.

Kebijakan pencampuran bioetanol pernah diterapkan Indonesia sejak 2006, tetapi terhenti karena volatilitas harga bahan baku.

Kini, dukungan terhadap bioetanol lebih jelas, meski kestabilan pasokan masih menjadi tantangan utama.

Implementasi bioetanol dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor BBM, mendukung transisi energi bersih, dan memperkuat ketahanan energi nasional.*

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pertamina Siaga, Distribusi BBM dan LPG Tetap Lancar untuk Wilayah Terisolir Sumatera
Tabung LPG Diseberangkan dengan Pikul, Distribusi Energi Aceh Tetap Jalan
KPK Mulai Selidiki Dugaan Korupsi di PT Len Industri, Kasus Baru Terpisah dari Digitalisasi SPBU Pertamina
Pertamina UMK Academy 2025: Kunci Sukses UMKM Lokal di Kalimantan
Ombudsman Kritik Pertamina soal Mitigasi Buruk Kelangkaan BBM di Medan
Pertamina Kirim 100 Ribu Barel BBM ke Shell, Jaga Pasokan Energi Nasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru