BREAKING NEWS
Selasa, 03 Maret 2026

Harga Emas Diprediksi Tembus Rp3,8 Juta per Gram pada 2026!

Abyadi Siregar - Jumat, 26 Desember 2025 14:53 WIB
Harga Emas Diprediksi Tembus Rp3,8 Juta per Gram pada 2026!
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Harga emas di Indonesia diprediksi melanjutkan tren penguatan pada tahun depan seiring meningkatnya risiko geopolitik global dan ekspektasi perubahan kebijakan moneter Amerika Serikat.

Sejumlah analis menilai kondisi tersebut akan kembali mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia pada 2026 berpotensi menembus level US$5.500 per troy ounce.

Baca Juga:

Menurut dia, hingga akhir 2025 harga emas global masih berpeluang naik ke kisaran US$4.550 per troy ounce.

"Untuk logam mulia di tahun 2026 kemungkinan besar akan menyentuh level Rp3,8 juta per gram," kata Ibrahim kepada wartawan, Jumat, 26 Desember 2025.

Ia memperkirakan harga emas dalam negeri akan mencapai Rp2,7 juta per gram hingga akhir 2025.

Angka tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 4,65 persen dari harga emas Antam yang saat ini berada di level Rp2,58 juta per gram.

Dengan demikian, terdapat potensi kenaikan harga hingga Rp1,1 juta per gram sepanjang 2026 bagi investor yang membeli emas pada akhir 2025.

Adapun pada awal 2025, harga emas Antam ukuran 1 gram masih berada di kisaran Rp1,55 juta. Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak sekitar 66,45 persen.

Ibrahim menyebut setidaknya ada lima faktor utama yang diperkirakan akan mendorong kenaikan harga emas pada tahun depan.

Faktor pertama adalah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel yang diprediksi akan berlanjut.

Ia memperkirakan potensi eskalasi konflik tersebut dapat terjadi pada kuartal pertama 2026 dengan melibatkan Amerika Serikat dan NATO.

Konflik di kawasan Timur Tengah, kata dia, berpotensi mengganggu pasokan minyak mentah global.

Kondisi itu dinilai akan memperbesar ketidakpastian ekonomi dan mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas.

Faktor kedua adalah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemberlakuan blokade terhadap kapal tanker minyak yang masuk dan keluar dari negara tersebut.

Ketiga, pasar juga menanti perubahan kepemimpinan di bank sentral Amerika Serikat seiring berakhirnya masa jabatan Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell pada April 2026.

Ibrahim memperkirakan pengganti Powell akan membawa kebijakan moneter yang lebih longgar.

"Keinginan Trump adalah menurunkan suku bunga kembali ke kisaran 0 hingga 0,25 persen. Kondisi ini berpotensi mendorong harga emas dunia kembali menguat," ujarnya.

Faktor keempat adalah berlanjutnya perang dagang global yang dinilai akan terus memanaskan tensi politik dan ekonomi antarnegara.

Sementara faktor kelima berasal dari tingginya permintaan emas oleh bank sentral dunia yang tidak diimbangi dengan peningkatan pasokan.

Ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan emas tersebut, menurut Ibrahim, akan menjadi katalis utama penguatan harga logam mulia pada 2026.

"Harga emas Rp3,8 juta per gram bukan lagi mimpi, tetapi bisa menjadi kenyataan jika gejolak geopolitik benar-benar terjadi pada 2026," katanya.*


(bi/ad)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tito Karnavian Minta Daerah Siapkan Lahan Clear and Clean untuk Huntap Pascabencana
Harga Bawang hingga Daging Sapi Melejit Menjelang Natal & Tahun Baru
Debitur KUR Aceh Bakal Dibebaskan dari Angsuran dan Bunga, Ini Penjelasan Airlangga
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 13.000, 1 Gram Dijual Rp 2,589 Juta
Kanwil Ditjen Pas Sumut Berikan Remisi Khusus Natal 2025 untuk 3.088 Narapidana dan 17 Anak Binaan
Pemerintah Salurkan Rp8 Juta per Kepala Keluarga untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru