Keputusan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, usai rapat Cadangan Pangan Pemerintahan (CPP) di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025).
Rapat dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana.
Zulhas menekankan, peningkatan stok bertujuan mempermudah program bantuan pangan, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta memastikan ketersediaan bahan pangan strategis.
"Beras naik dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton agar lebih mudah untuk SPHP, bantuan pangan, dan lain-lain. Jagung juga kita naikkan dari 300.000 ton menjadi 1 juta ton, penting untuk pakan ayam dan telur," ujarnya.
Selain itu, pemerintah mempermudah impor sapi hidup untuk mendukung pengembangan peternakan domestik dan menjaga ketersediaan daging.
Langkah ini juga bertujuan menambah nilai tambah bagi peternak melalui penggemukan sapi dan penjualan ternak.
Peningkatan stok cadangan pangan ini dilakukan mengingat kebutuhan bulanan beras nasional mencapai 4,8 juta ton, belum termasuk kebutuhan untuk program MBG.
Pemerintah menegaskan kesiapan menghadapi tantangan pangan di tahun depan.*
(d/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
Pemerintah Tingkatkan Cadangan Pangan 2026: Beras 4 Juta Ton, Jagung 1 Juta Ton