"Venezuela kan sudah lama nggak terlalu aktif di pasar minyak dunia. Kapasitas produksinya terbatas," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Ia menekankan bahwa eskalasi ketegangan di Venezuela tidak banyak memengaruhi suplai minyak global.
Selain itu, Amerika Serikat telah mengambil kebijakan terkait Alaska, yang membuat pasokan minyak dunia tetap terjaga.
"Jadi enggak ngaruh ke suplai. Kalau peningkatan produksinya dijalankan, itu justru bagus untuk harga minyak dan suplai global," tambahnya.
Respons pasar global terhadap ketegangan ini juga dinilai berbeda dari ekspektasi. Purbaya mencatat, meski ada konflik geopolitik, pasar saham justru bergerak positif.
"Kalau lihat pasar saham malah naik. Pasar melihatnya sedikit positif. Agak aneh sebenarnya, tapi itu yang dilihat pasar," katanya.
Dari sisi fiskal, Menkeu menjelaskan adanya dinamika seimbang antara penurunan harga minyak dan dampaknya terhadap belanja subsidi energi.
Sementara nilai tukar rupiah diperkirakan mendapatkan dampak positif dari kondisi ini.
Purbaya juga menyoroti kondisi hukum internasional yang lemah dalam menghadapi konflik antarnegara.