Sementara itu, OCBC Sekuritas memproyeksikan IHSG akan berada di level 9.500 pada 2026 untuk skenario dasar, dengan potensi mencapai 9.700 pada skenario optimistis.
Sektor perbankan dinilai paling diuntungkan dari sinergi kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah, termasuk penyaluran kredit yang lebih cepat dan dukungan likuiditas.
Meski net interest margin perbankan berpotensi tertekan akibat penurunan imbal hasil kredit, perbaikan likuiditas dan insentif makroprudensial diperkirakan akan menyeimbangkan dampaknya.
Saham perbankan BUMN seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI tetap menarik karena valuasi relatif murah dan imbal hasil dividen kompetitif.
Pertumbuhan kredit nasional menunjukkan tren positif menjelang akhir 2025, tercatat meningkat 7,7% YoY pada November 2025, dari sebelumnya 7,4% pada Oktober 2025.
Pada 2026, pertumbuhan kredit diproyeksi berada di kisaran 8%–12%, seiring kebijakan fiskal ekspansif dan pelonggaran moneter lebih agresif.
Disclaimer: Berita ini disusun untuk tujuan informasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.*