BREAKING NEWS
Senin, 26 Januari 2026

Ekonomi Indonesia 12 Tahun Stagnan, Kandidat Deputi Gubernur BI Soroti Industri Lemah

Adelia Syafitri - Sabtu, 24 Januari 2026 09:46 WIB
Ekonomi Indonesia 12 Tahun Stagnan, Kandidat Deputi Gubernur BI Soroti Industri Lemah
Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro. (Foto: Tangkapan Layar TVR PARLEMEN / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan di kisaran 5 persen selama lebih dari satu dekade menjadi sorotan serius calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro.

Menurutnya, kondisi ini mencerminkan persoalan struktural yang mendalam, terutama lemahnya basis industri nasional, yang membuat Indonesia terjebak dalam middle income trap.

"Kenapa 12 tahun terakhir ekonomi kita letoy, masih 5 persen terus? Ini identik dengan ancaman middle income trap," ujar Solikin saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI di Gedung DPR RI, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga:

Solikin menegaskan, meski pertumbuhan ekonomi tidak optimal, Indonesia masih berada di kategori negara berpendapatan menengah, dan belum tergelincir ke kelompok pendapatan menengah bawah.

Namun, ia mengingatkan agar pemerintah dan pelaku industri tidak berpuas diri.

Menurut Solikin, salah satu faktor utama yang menahan laju pertumbuhan adalah struktur industri yang kehilangan daya saing.

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan era Orde Baru, ketika industri nasional mampu mendorong ekspor secara signifikan.

"Sekarang industri kita sudah obsolet. Itu kenapa kita jarang bisa ekspor, malah banyak impor," katanya.

Selain persoalan industri, Solikin menyoroti perilaku konsumsi masyarakat.

Ia menilai, masyarakat Indonesia cenderung meniru gaya konsumsi negara berpendapatan tinggi, sehingga ketergantungan terhadap produk impor meningkat.

"Kita berperilaku seperti high income, sedikit-sedikit ke Starbucks. Semua impor jasa," ujar Solikin.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, Solikin menekankan perlunya percepatan hilirisasi industri dan pendalaman pasar keuangan.

Langkah ini diyakini dapat meningkatkan nilai tambah, memperluas ekspor, dan memperkuat fondasi ekonomi nasional secara berkelanjutan.

"Kita perlu percepatan hilirisasi, digerakkan, pasar keuangan diperdalam, termasuk instrumen hedging agar ekonomi lebih tangguh," pungkasnya.*

(k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menteri ESDM Bahlil Tegas: Stop Rezim Impor BBM, Kedaulatan Energi Harga Mati
Nvidia hingga Amazon Tertarik Investasi di Indonesia, Dibahas di WEF 2026
Komitmen Pelayanan Prima, Kalapas Labuhan Ruku Cek Wartelsuspas dan Berinteraksi dengan Warga Binaan
Usai Hadiri WEF 2026, Prabowo Bertolak ke Paris Temui Presiden Macron
Labuhan Deli Gelar Peringatan Isra Mi’raj, Bupati Asri Ludin Tekankan Peningkatan Kepedulian Sosial Masyarakat
Awali Tahun Anggaran 2026, Bupati Asahan Instruksikan Sukseskan Program Nasional di Daerah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru