Bupati Batu Bara Salurkan Insentif untuk 540 Guru Sekolah Minggu, Dorong Pembinaan Generasi Muda
BATU BARA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., menyalurkan insentif kepada 540 Guru Sekolah Minggu seKabupa
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan di kisaran 5 persen selama lebih dari satu dekade menjadi sorotan serius calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro.
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan persoalan struktural yang mendalam, terutama lemahnya basis industri nasional, yang membuat Indonesia terjebak dalam middle income trap.
"Kenapa 12 tahun terakhir ekonomi kita letoy, masih 5 persen terus? Ini identik dengan ancaman middle income trap," ujar Solikin saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI di Gedung DPR RI, Jumat (23/1/2026).Baca Juga:
Solikin menegaskan, meski pertumbuhan ekonomi tidak optimal, Indonesia masih berada di kategori negara berpendapatan menengah, dan belum tergelincir ke kelompok pendapatan menengah bawah.
Namun, ia mengingatkan agar pemerintah dan pelaku industri tidak berpuas diri.
Menurut Solikin, salah satu faktor utama yang menahan laju pertumbuhan adalah struktur industri yang kehilangan daya saing.
Ia membandingkan kondisi saat ini dengan era Orde Baru, ketika industri nasional mampu mendorong ekspor secara signifikan.
"Sekarang industri kita sudah obsolet. Itu kenapa kita jarang bisa ekspor, malah banyak impor," katanya.
Selain persoalan industri, Solikin menyoroti perilaku konsumsi masyarakat.
Ia menilai, masyarakat Indonesia cenderung meniru gaya konsumsi negara berpendapatan tinggi, sehingga ketergantungan terhadap produk impor meningkat.
"Kita berperilaku seperti high income, sedikit-sedikit ke Starbucks. Semua impor jasa," ujar Solikin.
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, Solikin menekankan perlunya percepatan hilirisasi industri dan pendalaman pasar keuangan.
Langkah ini diyakini dapat meningkatkan nilai tambah, memperluas ekspor, dan memperkuat fondasi ekonomi nasional secara berkelanjutan.
"Kita perlu percepatan hilirisasi, digerakkan, pasar keuangan diperdalam, termasuk instrumen hedging agar ekonomi lebih tangguh," pungkasnya.*
(k/dh)
BATU BARA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., menyalurkan insentif kepada 540 Guru Sekolah Minggu seKabupa
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., menghadiri kegiatan Laskar Melayu Batu Bara Berbagi Life Jack
PEMERINTAHAN
ASAHAN Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Asahan menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati As
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai H. Mahyaruddin Salim menerima audiensi Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang KisaranAsahan
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Pasca dilantik, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Kota Tanjungbalai menemui Wali Kota Tanj
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menghadiri pelantikan pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Tanjungbalai masa
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan kembali meraih penghargaan di bidang digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Kota Medan dinobatkan sebagai
PEMERINTAHAN
JAKARTA Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan KRI Sriwijaya100 sekaligus mengukuhkan Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan
NASIONAL
JAKARTA Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Kombes Pol (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., menilai pengawasan terhadap
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH TAMIANG Sebanyak 74 tenaga kesehatan (nakes) diturunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat dalam kegiata
NASIONAL