BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

RI-Malaysia Bentuk Satgas Percepatan Penempatan Pekerja Migran di Sarawak

Adam - Selasa, 27 Januari 2026 18:54 WIB
RI-Malaysia Bentuk Satgas Percepatan Penempatan Pekerja Migran di Sarawak
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin (kiri) dan Menteri Industri Sarawak Dato Sri Dr. Stephen Rundi Utom di Kementerian P2MI di Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Foto: Dok. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTAIndonesia dan Malaysia resmi menyepakati pembentukan satuan tugas (task force) percepatan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) di wilayah Sarawak.

Kesepakatan ini juga mencakup penguatan perlindungan PMI dan optimalisasi penempatan tenaga kerja yang saat ini berjumlah sekitar 145.000 orang.

Kesepakatan dicapai saat Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menerima kunjungan Menteri Industri Sarawak Dato Sri Dr. Stephen Rundi Utom beserta Wakil Menteri Imigrasi dan Pekerja Migran Datuk Gerawat Gala di kantor Kemen-P2MI, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga:

"Kami sepakat mengatasi masalah PMI yang berangkat secara tidak prosedural dan membentuk satuan tugas khusus untuk melakukan pengawasan ketat," ujar Mukhtarudin.

Selain menekan pekerja migran nonprosedural, kedua negara berkomitmen mempercepat proses administrasi melalui reformasi regulasi.

Indonesia telah mempersingkat proses penempatan dan verifikasi kerja menjadi 21 hari. Pemerintah Sarawak menyambut baik langkah ini dengan mempercepat penerbitan visa kerja dari 30 hari menjadi 20 hari.

Kerja sama ini juga mencakup pertukaran database dan sinkronisasi data antarinstansi untuk memastikan program job matching berjalan efektif.

Pekerja migran yang lulus pelatihan langsung memiliki kepastian penempatan sesuai kebutuhan kompetensi Sarawak.

Langkah ini menjadi bagian implementasi Quick Win Presiden Prabowo Subianto untuk menempatkan 500.000 PMI pada tahun 2026.

Mukhtarudin juga menitipkan perhatian pada kesejahteraan PMI beserta keluarga, termasuk akses pendidikan bagi anak-anak mereka di Sarawak.

Sementara itu, Dato Sri menyoroti produktivitas PMI yang unggul, terutama di sektor peladangan.

Ia menyatakan, "Kualitas dan produktivitas pekerja Indonesia tidak tertandingi. Sistem rekrutmen dan kesejahteraan mereka harus terus diperbaiki agar kerja sama berkelanjutan."

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Peningkatan Mutu Berkelanjutan, Universitas Aufa Royhan Raih Peringkat 4 Anugerah SPMI 2025
PMI Nasional Salurkan Alat Berat dan Logistik Pangan ke Aceh, Dipimpin Jusuf Kalla
500 Ton Bantuan PMI Tiba di Aceh, Wakil Gubernur Pastikan Distribusi Tepat Sasaran
Banyak Perusahaan Nakal yang Tak Bayar Upah Sesuai UMK, Ketua FSPMI Sumut: Siap Tempuh Jalur Hukum!
FSPMI dan Partai Buruh Sumut Turun ke Jalan! Desak Gubernur Boby Nasution Gunakan Hak Diskresi, Kenaikan UMP Diharapkan 10%
Tuntut Revisi UMP dan UMK Sumut, Ratusan Buruh Siap Gelar Unjuk Rasa di Kantor Gubsu Besok
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru