MEDAN — Jalan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (KUTEPAT) kian menegaskan perannya sebagai infrastruktur strategis penopang pertumbuhan ekonomiSumatra Utara.
Ruas tol yang dikelola PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dirancang untuk memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan.
Hampir seluruh seksi Tol KUTEPAT telah beroperasi, mulai dari Tebing Tinggi–Indrapura, Kuala Tanjung–Indrapura, Tebing Tinggi–Dolok Merawan–Sinaksak, hingga ruas Sinaksak–Simpang Panei yang dibuka secara fungsional pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Keberadaan ruas-ruas tersebut memperpendek jarak tempuh dan memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.
Direktur Utama Hamawas, Dindin Solakhuddin, mengatakan TolKUTEPAT tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi regional.
Menurut dia, ruas tol ini membuka akses langsung menuju kawasan industri, pelabuhan, serta destinasi pariwisata unggulan di Sumatra Utara.
"TolKUTEPAT hadir sebagai infrastruktur jangka panjang yang memperkuat konektivitas dan menciptakan peluang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru. Distribusi barang, pariwisata, dan investasi menjadi lebih efisien," ujar Dindin.
Pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, TolKUTEPAT mencatat trafik signifikan. Lebih dari 599 ribu kendaraan melintas selama periode tersebut.
Capaian ini, kata Dindin, menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap tol ini sebagai jalur utama mobilitas.
Pengamat ekonomiSumatra Utara sekaligus akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Ario Pratomo, menilai ruas Kuala Tanjung–Indrapura memiliki peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Akses cepat ke Pelabuhan Kuala Tanjung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dinilai mampu meningkatkan efisiensi logistik dan daya tarik investasi.
"Dengan akses yang semakin efisien, aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Kuala Tanjung berpotensi meningkat. Ini berdampak langsung pada perputaran ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar," kata Wahyu.
Ia juga menilai pengembangan infrastruktur TolKUTEPAT sejalan dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada pilar pembangunan infrastruktur dan penurunan biaya logistik nasional hingga sekitar 8 persen.
Efisiensi distribusi ini diharapkan memperkuat daya saing produk dalam negeri di pasar nasional maupun global.
Selain mendukung sektor industri dan logistik, TolKUTEPAT juga dinilai berkontribusi pada pengembangan pariwisata.
Ruas Tebing Tinggi–Dolok Merawan–Sinaksak hingga Simpang Panei mempercepat akses menuju Pematang Siantar dan kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba.
TolKUTEPAT terintegrasi dengan sejumlah ruas tol lainnya, seperti Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi dan Tol Indrapura–Kisaran.
Integrasi ini memperkuat jaringan transportasi di Sumatra Utara, mendukung pertumbuhan industri, serta meningkatkan daya saing ekonomi kawasan.
Hamawas mengimbau pengguna jalan untuk tetap mematuhi ketentuan berlalu lintas di jalan tol, termasuk batas kecepatan dan kesiapan kartu uang elektronik, guna memastikan perjalanan aman dan nyaman.*