Penurunan ini terjadi meski harga emas dunia justru menguat dan mencatat rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah.
Daftar harga emasAntam terbaru (30 Januari 2026): 0,5 gr : Rp 1.610.000 1 gr : Rp 3.120.000 2 gr : Rp 6.180.000 3 gr : Rp 9.245.000 5 gr : Rp 15.375.000 10 gr : Rp 30.695.000 25 gr : Rp 76.612.000 50 gr : Rp 153.145.000 100 gr : Rp 306.212.000 250 gr : Rp 765.265.000 500 gr : Rp 1.530.320.000 1000 gr : Rp 3.060.600.000
Kasi Humas PT Antam, Budi Santoso, menyebutkan bahwa penurunan harga ini lebih dipengaruhi oleh strategi perdagangan internal dan penyesuaian harga harian, meski harga emas dunia terus menguat.
Di pasar spot global, harga emas sempat ditutup di level US$ 5.439,8 per troy ons, naik 0,37 persen dari hari sebelumnya.
Dalam perdagangan intraday, harga emas dunia bahkan sempat menembus US$ 5.500 per troy ons.
Sepanjang sepekan terakhir, harga emas dunia tercatat naik 8,82 persen secara point-to-point, sementara sejak awal tahun 2026 (year-to-date), kenaikan mencapai 25,64 persen.
Lonjakan harga emas dunia didorong oleh ketegangan geopolitik di Amerika Serikat (AS), termasuk ancaman Presiden Donald Trump untuk menyerang Iran dan potensi tarif bea masuk terhadap negara pemasok minyak ke Kuba.
Selain itu, pengumuman calon Gubernur Bank Sentral Federal Reserve yang baru juga memengaruhi sentimen investor.
Emas tetap menjadi pilihan aset aman bagi investor yang ingin melindungi portofolio dari risiko gejolak ekonomi dan politik.
Penurunan suku bunga acuan juga membuat emas menjadi lebih menarik karena tidak memberikan imbal hasil tetap, sehingga harga cenderung menguat saat suku bunga rendah.*
(bb/ad)
Editor
: Dharma
Harga Emas Antam Turun Rp 48 Ribu per Gram, Meski Emas Dunia Catat Rekor Tertinggi