Dalam skenario ekstrem, dana pasif yang mengikuti indeks MSCI dapat melepas aset hingga US$7,8 miliar.
Langkah serupa diambil UBS Group AG yang menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi netral dari sebelumnya overweight.
UBS menilai kekhawatiran MSCI terkait investability dan potensi reklasifikasi ke frontier market akan menjadi beban berkepanjangan hingga ada kepastian arah kebijakan regulator.
"Kami memperkirakan overhang di pasar akan bertahan sampai terdapat kejelasan regulasi dan evaluasi MSCI," tulis analis UBS, Sunil Tirumalai, dalam laporan risetnya.
Para analis menilai kombinasi tekanan eksternal, ketidakpastian regulasi, dan potensi arus keluar dana pasif dapat menahan penguatan rupiah dan menimbulkan volatilitas lanjutan di pasar saham domestik.
Investor disarankan untuk tetap hati-hati dan memantau sinyal kebijakan moneter serta hasil evaluasi MSCI.*