BREAKING NEWS
Jumat, 20 Maret 2026

Indonesia Gandeng China Kembangkan Proyek Baterai Mobil Listrik Rp 133 Triliun, Target Jadi Ekosistem Kedua Terbesar Dunia

Dharma - Jumat, 30 Januari 2026 17:49 WIB
Indonesia Gandeng China Kembangkan Proyek Baterai Mobil Listrik Rp 133 Triliun, Target Jadi Ekosistem Kedua Terbesar Dunia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Bahlil Lahadalia / FB)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah Indonesia resmi menggandeng konsorsium asal China, Zhejiang Huayou Cobalt Co, dalam proyek pengembangan ekosistem baterai mobil listrik senilai US$ 7-8 miliar atau setara Rp 116,9–133,6 triliun.

Penandatanganan kerangka kerja sama dilakukan antara PT Aneka Tambang (Antam), Industri Baterai Indonesia (IBI), dan HYD di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jumat (30/1).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, proyek yang dinamai Titan ini akan menjadi langkah strategis Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai negara produsen bahan baku baterai mobil listrik terbesar kedua di dunia, setelah China.

Baca Juga:

"Program ini merupakan kelanjutan dari 10 giga pertama pada 2023 yang kini sudah beroperasi. Nilai investasinya US$ 7-8 miliar, dan pemerintah akan menjadi pemegang saham mayoritas di atas 50%," ujar Bahlil.

Proyek Titan akan dibangun di dua lokasi.

Pabrik baterai mobil direncanakan berada di Jawa Barat, sementara smelter, prekursor katoda, dan fasilitas HPAL akan dibangun di Halmahera Timur, Maluku Utara, menyesuaikan lokasi tambang nikel yang menjadi bahan baku utama.

Menurut Bahlil, pengembangan kapasitas produksi baterai ini ditargetkan mencapai 20 GW, seiring dengan upaya transisi energi hijau dan pengurangan ketergantungan impor BBM.

"Tidak ada cara lain untuk mencapai ketahanan energi selain konversi kendaraan bermesin bensin ke listrik," tambahnya.

Awalnya, proyek ini direncanakan digarap oleh investor asal Korea Selatan, LG, namun karena proses eksekusinya dianggap lambat, pemerintah memutuskan mengganti mitra dengan konsorsium China.

Pemerintah menekankan bahwa keterlibatan BUMN dan kepemilikan mayoritas negara dalam proyek ini menjadi strategi memastikan kekayaan alam dikelola untuk kesejahteraan rakyat.

Selain itu, proyek ini diharapkan mendorong penciptaan lapangan kerja baru, pengembangan industri lokal, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar global bahan baku baterai kendaraan listrik.*

(d/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Puskesmas di Medan Kini Gunakan Sistem BLUD, Masyarakat Bisa Nikmati Layanan Cepat Tanpa Tunggu APBD
Harga Emas Antam Turun Rp 48 Ribu per Gram, Meski Emas Dunia Catat Rekor Tertinggi
Dirjen ESDM Buka Suara soal Pencabutan Izin Tambang Martabe, Perusahaan Bisa Ajukan Gugatan atau Arbitrase
Pengurus PC IBI Kabupaten Asahan Periode 2023–2028 Resmi Dilantik
Perminas Berpotensi Ambil Alih Tambang Emas Martabe, Ini Kata Bahlil
Harga Emas Antam Tembus Rp3,16 Juta/Gram, Rekor Tertinggi Sepanjang Masa!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru