"Sejak berdiri pada 1952, APINDO telah menjadi mitra strategis pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis, memperkuat daya saing dunia usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Shinta dalam keterangan pers.
Memasuki usia 74 tahun, APINDO memaknai momentum ini sebagai fase lanjutan dalam perjalanan panjangnya.
Fokus APINDO ke depan diarahkan pada penguatan agenda ketenagakerjaan dan produktivitas, advokasi kebijakan strategis, dukungan terhadap industri dan UMKM, serta penguatan kapasitas organisasi di pusat dan daerah.
"Fokus APINDO ke depan bukan hanya pada skala dan pertumbuhan, tetapi pada kontribusi yang semakin berdampak dan bermakna bagi ekonomi dan masyarakat," tambah Shinta.
APINDO juga menegaskan peran dunia usaha dalam keterlibatan strategis dan substantif, mulai dari perumusan kebijakan, desain pembangunan, hingga tahap awal transformasi ekonomi.
Prinsip pembangunan yang diusung mencakup pro-stability untuk menciptakan kepastian berusaha, pro-growth untuk mendorong ekspansi usaha, dan pro-poor agar hasil pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, APINDO menunjukkan tanggung jawab sosialnya melalui respons cepat terhadap bencana alam di Sumatra, dengan melaksanakan empat gelombang bantuan kemanusiaan.
HUT ke-74 ini menegaskan bahwa APINDO tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada dampak nyata yang dirasakan masyarakat, membuktikan bahwa dunia usaha dapat menjadi motor penggerak pembangunan inklusif dan berkelanjutan.*
(dh)
Editor
: Dharma
HUT ke-74 APINDO, Shinta Kamdani Dorong Dunia Usaha Mendorong Ekonomi Berdampak dan Inklusif