JAKARTA – Emas kembali menjadi sorotan investor di tengah fluktuasi harga yang terjadi belakangan ini.
Harga emas Antam mencatat penurunan menjadi Rp2.860.000 per gram pada 1 Februari 2026, sebelum naik kembali menjadi Rp3.027.000 per gram pada 2 Februari.
Menanggapi hal ini, Financial Planner Andi Nugroho menekankan bahwa waktu terbaik untuk memulai investasi emas adalah sesegera mungkin.
"Salah satu prinsip investasi adalah bila ditanya kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi, jawabannya adalah kemarin. Dan bila kemarin belum sempat berinvestasi, maka waktu yang tepat untuk memulainya adalah hari ini," ujar Andi,Selasa (3/2/2026).
Andi menambahkan, menunggu harga emas turun justru bisa berisiko karena pergerakan harga sulit diprediksi.
Investor yang menunggu potensi penurunan harga bisa saja menghadapi harga yang justru semakin naik.
Namun, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli emas sebagai instrumen investasi:
1. Jangka waktu investasi – Emas lebih cocok untuk jangka menengah hingga panjang, minimal tiga tahun, agar keuntungan optimal.
2. Selisih harga beli dan jual kembali – Umumnya sekitar 10 persen, sehingga keuntungan baru terlihat saat harga jual lebih tinggi dari harga beli.
3. Jenis emas – Emas batangan lebih disarankan dibanding perhiasan karena harga jual kembali lebih tinggi.
4. Pajak – Emas batangan dikenakan pajak penjualan 0,25 persen, sedangkan perhiasan terkena PPN 11 persen.
5. Fisik vs digital – Investasi emas kini dapat dilakukan secara fisik maupun digital. Emas digital menawarkan kemudahan pembelian cicilan dan keamanan dari risiko kehilangan emas fisik.