Moody's Ratings menurunkan rating outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski peringkat utang tetap di level Baa2 alias layak investasi (investment grade).
Menurut Ibrahim, penurunan ini menambah kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian kebijakan dan tata kelola pemerintahan.
"Meski Indonesia masih tergolong investment grade, penurunan outlook ini bisa memengaruhi kepercayaan investor dan menekan rupiah dalam jangka pendek," katanya.
Pada penutupan pasar Jumat (6/2), rupiah melemah 34 poin ke Rp16.876 per dolar AS, menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi di tengah sentimen global dan domestik.
Disclaimer: Berita ini bersifat informatif dan tidak menjadi ajakan membeli atau menjual mata uang. Keputusan investasi sepenuhnya di tangan pembaca.*