JAKARTA – Menjelang Bulan Ramadan 2026, harga sejumlah komoditaspangan strategis mengalami fluktuasi signifikan.
Salah satu yang paling mencolok adalah cabai rawit merah, yang kini tercatat Rp70.518 per kilogram, atau naik 23,72% dari batas atas Harga Eceran Patokan (HAP) sebesar Rp57.000 per kilogram.
Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), menyebut kenaikan cabai rawit merah terjadi di 52,5% wilayah di Indonesia.
"Kalau kita cermati hingga minggu pertama Februari 2026, harga cabai rawit mengalami peningkatan 9,82%," ujar Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (9/2/2026).
Beberapa daerah bahkan mencatatkan harga ekstrem, seperti Kabupaten Nduga yang mencapai Rp200.000 per kilogram.
Kabupaten Mappi dan Intan Jaya juga mencatat harga tinggi masing-masing Rp170.000 per kilogram.
Menurut Ateng, disparitas harga ini menunjukkan ketimpangan distribusi dan pasokan cabai di beberapa wilayah.
Sementara itu, cabai merah keriting justru mengalami penurunan, diperdagangkan Rp41.367 per kilogram, lebih rendah 24,79% dari batas atas HAP Rp55.000 per kilogram.
Di kelompok hortikultura, harga bawang merah tercatat Rp39.882 per kilogram (turun 3,9% dari HAP Rp41.500), sementara bawang putih bonggol berada di Rp37.989 per kilogram, lebih rendah 5,03% dari batas atas HAP Rp40.000.
Namun, wilayah Indonesia Timur mencatat harga bawang putih bonggol Rp47.211 per kilogram, naik 18,03% dari HAP.
Di sektor beras, harga beras premium secara nasional Rp15.488 per kilogram, turun 1,97% dari HET Rp15.800.
Namun di zona 3, harga naik hingga Rp17.808 per kilogram, lebih tinggi 12,71% dari HET.
Beras medium dan SPHP masing-masing berada di Rp13.286 dan Rp12.429 per kilogram, lebih rendah dari HET.
Untuk protein hewani, harga daging sapi murni tercatat Rp136.738 per kilogram (turun 2,33% dari HAP Rp140.000), daging ayam ras Rp39.895 per kilogram, dan telur ayam ras Rp30.483 per kilogram, naik 1,61% dari HAP Rp30.000.
Sementara itu, harga minyak goreng rakyat (Minyakita) masih tinggi di Rp17.193 per liter, naik 9,51% dari HET Rp15.700.
Harga gula konsumsi tercatat Rp18.143 per kilogram, sedikit lebih rendah 1,93% dari batas atas HAP Rp18.500.
Fluktuasi harga ini menjadi perhatian pemerintah, mengingat Ramadan biasanya meningkatkan permintaan pangan.
BPS bersama Kementerian Perdagangan terus memantau harga dan distribusi agar pasokan tetap stabil di seluruh wilayah.*
(bb/ad)
Editor
: Adelia Syafitri
Harga Cabai Rawit Melonjak Jelang Ramadan, Beberapa Daerah Tembus Rp200 Ribu/Kg