MEDAN - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Selasa (10/2/2026).
Berdasarkan data RTI Infokom pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat melemah ke posisi 8.031,58 dengan pergerakan awal di kisaran 8.012–8.035.
Saham-saham unggulan seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 0,33% ke level Rp7.475 per saham, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) melemah 0,83% ke Rp238 per saham, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) turun 0,77% ke Rp3.860 per saham.
Saham lainnya yang juga melemah termasuk DEWA (-1,20%), BUVA (-1,33%), dan BBRI (-0,53%). Kapitalisasi pasar IHSG tercatat sebesar Rp14.558 triliun.
Menurut analis Phintraco Sekuritas, penurunan IHSG pagi ini dipengaruhi oleh penundaan peninjauan indeks Indonesia oleh FTSE Russell yang semula dijadwalkan Maret 2026.
Penundaan ini terkait reformasi pasar modal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), terutama dalam hal transparansi dan akurasi perhitungan free float emiten domestik.
Keputusan ini dilakukan untuk menghindari distorsi indeks akibat ketidakpastian data dan potensi penurunan likuiditas.
Meski IHSG melemah, sentimen positif tetap hadir dari data domestik.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 tercatat naik ke level 127, tertinggi sejak Januari 2025, didorong oleh hampir semua sub-indeks utama.
Selain itu, penjualan sepeda motor Januari 2026 tercatat meningkat 3,1% YoY menjadi 577.763 unit, mengakhiri penurunan tajam 14,5% pada Desember 2025.
Investor juga menanti data retail sales Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 5,5% dari 6,3% pada November 2025.
BEI dijadwalkan melakukan pertemuan lanjutan dengan MSCI pada Rabu (11/2/2026) untuk membahas percepatan reformasi integritas pasar modal.