BREAKING NEWS
Jumat, 13 Februari 2026

IHSG Anjlok Pasca Peringatan MSCI, Presiden Prabowo Marah Besar dan Instruksikan Pengawasan Ketat Pasar Modal

Dharma - Rabu, 11 Februari 2026 17:06 WIB
IHSG Anjlok Pasca Peringatan MSCI, Presiden Prabowo Marah Besar dan Instruksikan Pengawasan Ketat Pasar Modal
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Prabowo Subianto / FB)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dikabarkan marah besar setelah lembaga penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), menyoroti transparansi saham di pasar modal Indonesia.

Peringatan MSCI yang dirilis 28 Januari lalu memicu anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga terjadi penghentian sementara perdagangan atau trading halt.

"Presiden Prabowo sangat marah atas apa yang terjadi minggu lalu, terutama terkait kehormatan negara kita yang terancam," ungkap Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga:

Hashim menyebut kemarahan Prabowo juga dipicu banyaknya investor ritel yang menjadi korban gejolak pasar.

Selain itu, peringatan MSCI disebut mempertaruhkan reputasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Investor ritel banyak yang menjadi korban. Jadi ini sangat penting," kata Hashim. Ia menambahkan pemerintah akan memperkuat pengawasan otoritas pasar modal demi menjaga kredibilitas dan kehormatan negara.

IHSG sempat melemah hingga 7,35% ke level 8.320,55 pada perdagangan Rabu (28/1), diikuti penghentian sementara perdagangan. Meski demikian, pada penutupan perdagangan, IHSG kembali menguat namun masih terkoreksi 1,06% ke level 8.232,20.

MSCI menyoroti kepemilikan saham dan free float di Indonesia dan memberi waktu hingga Mei 2026 bagi otoritas pasar modal untuk meningkatkan transparansi.

Apabila perbaikan tidak dilakukan, MSCI berpotensi menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market ke Frontier Market, yang bisa berdampak pada reputasi global dan investasi asing.

Langkah pemerintah mengawasi pasar modal secara lebih ketat dianggap penting untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan investor, sekaligus melindungi kehormatan negara di mata internasional.*

(d/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kontak Tembak di KM 50 Area PT Freeport Papua, 1 Prajurit TNI Gugur dan 1 Luka, Aparat Tingkatkan Kewaspadaan
Difitnah Sebagai Pengedar Narkoba, Keluarga di Mandailing Natal Terlantar dan Minta Intervensi Presiden
BRI Dukung Penyaluran DTH, Empat Warga Tapsel Terdampak Bencana Terima Rp1,8 Juta
Presiden Prabowo Siap Bersihkan “Telur Busuk” di Birokrasi dan Dunia Usaha
Prabowo Dorong Indonesia Incorporated, Proyek Strategis Nasional Dibuka untuk Swasta
IHSG Dibuka Menguat ke 8.170, Saham Big Caps Jadi Motor Kenaikan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru