BREAKING NEWS
Jumat, 13 Februari 2026

Luhut Usul ke Prabowo, Pasar Saham Indonesia Bisa “Meledak” Jika Ikuti Langkah India

Dharma - Jumat, 13 Februari 2026 11:56 WIB
Luhut Usul ke Prabowo, Pasar Saham Indonesia Bisa “Meledak” Jika Ikuti Langkah India
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut B. Pandjaitan. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengusulkan agar Indonesia meniru langkah India dalam perbaikan pasar modal.

Ketua DEN, Luhut B. Pandjaitan, menilai reformasi serupa dapat mendorong investasi masuk lebih masif, sekaligus memperkuat ketahanan pasar saham nasional.

Usulan itu disampaikan Luhut dalam peluncuran situs resmi DEN, Jumat (13/2/2026), menyusul guncangan pasar saham domestik akibat rencana MSCI melakukan reklasifikasi Indonesia dari kategori emerging market menjadi frontier market.

Baca Juga:

"India melakukan restrukturisasi pasar modalnya, dan dampaknya investasi masuk meningkat sembilan kali lipat. Kita usul ke Presiden agar reform pasar modal di Indonesia juga dilakukan, dengan melibatkan generasi muda yang paham keuangan dan teknologi, termasuk AI, supaya pasar makin sulit dipermainkan," ujar Luhut.

Luhut menekankan, reformasi pasar saham tidak hanya soal aturan, tetapi juga soal pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan modal.

Menurut catatan DEN, sebelum 2020, India menghadapi kendala regulasi yang membatasi masuknya investasi asing.

Sebagai contoh, meskipun pemerintah membuka kepemilikan asing hingga batas tinggi di sektor tertentu, aturan pasar modal membatasi portofolio asing per emiten hanya 24%.

Prosedur pengajuan peningkatan kepemilikan asing memerlukan persetujuan rapat umum pemegang saham, yang dianggap lambat dan rumit.

Titik balik terjadi pada April 2020, ketika India merombak aturan Foreign Exchange Management Act (FEMA).

Batas investasi portofolio asing disetarakan otomatis dengan batas sektoral yang ditetapkan pemerintah, sehingga investor global bisa mengakses pasar India tanpa hambatan administratif.

Langkah ini membuat bobot India dalam MSCI Emerging Market Index meningkat secara signifikan.

Luhut meyakini, Indonesia memiliki peluang serupa jika menerapkan reformasi berbasis teknologi dan regulasi yang responsif, terutama untuk mengembalikan kepercayaan investor global pasca berita reklasifikasi MSCI.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kodim 1619/Tabanan Siagakan Personel Maksimal Amankan Kunjungan Wakil Presiden Gibran
Kapolsek Denpasar Barat Perkuat Sinergi dengan Komunitas Ojol Lewat Sambang Kamtibmas, Tekankan Profesionalisme dan Keselamatan Berkendara
Presiden Prabowo: Jangan Kira Kita Nggak Tahu Diganggu, We Are Not Stupid!
Kapolsek Denpasar Barat Sambangi Puri Agung Pemecutan, Perkuat Sinergi dengan Tokoh Adat
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.837, Sentimen BI dan Dolar AS Jadi Tekanan Utama
IHSG Dibuka Lesu, Saham AMMN dan PANI Pimpin Pelemahan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru