BREAKING NEWS
Jumat, 13 Februari 2026

Purbaya Yudhi Sadewa: Utang Kereta Cepat Bisa Pakai APBN, Tapi Negosiasi ke China Harus Transparan

Adam - Jumat, 13 Februari 2026 18:37 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa: Utang Kereta Cepat Bisa Pakai APBN, Tapi Negosiasi ke China Harus Transparan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons terkait rencana penyelesaian utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang mencapai Rp 1,2 triliun per tahun.

Utang yang menjadikan proyek ini sebagai kereta cepat pertama di Asia Tenggara itu berpotensi dibayar menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kalau saya yang bayar, saya akan ke China sendiri, tapi saya belum tahu, saya akan double check," ujar Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga:

Ia menekankan bahwa keputusan akhir masih bergantung pada proposal dan persyaratan dari pihak China.

Menteri Keuangan juga menegaskan bahwa selama ini ia selalu dilibatkan dalam penyelesaian utang proyek, meskipun beberapa pihak mengira sebaliknya.

"Yang terakhir selalu ada perkembangan-perkembangan. Tapi nanti kan pasti saya dikasih tahu," kata Purbaya.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung menjadi sorotan publik karena skala investasi besar dan besarnya kewajiban pembayaran utang tiap tahunnya.

Purbaya menekankan perlunya negosiasi langsung dengan China agar kondisi pembayaran dapat disesuaikan dengan kemampuan APBN.

Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap penyelesaian utang dapat berjalan transparan, efisien, dan tidak membebani keuangan negara secara berlebihan.*

(d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Tetap Pegang Patokan Banpol Rp 1.000 per Suara, KPK Dorong Integritas Parpol Meningkat
Uji Coba Kedua Timnas U-17, Indonesia Tertinggal 2-3 dari China Setelah Gol Menit Terakhir
Beban APBN Meningkat Rp1,2 Triliun Per Tahun, Pemerintah Finalisasi Pelunasan Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh
Yassierli Dorong BLK Tidak Sekadar Melatih, tapi Mengantar Lulusan ke Dunia Kerja
KAI: Utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung “Whoosh” Sudah Beres
23 Ribu Warga Deliserdang Dinonaktifkan dari BPJS Kesehatan, Ini Penyebabnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru