BREAKING NEWS
Jumat, 20 Februari 2026

RI-AS Bentuk Dewan Perdagangan & Investasi, Langkah Strategis Tingkatkan Ekspor dan Selesaikan Sengketa

Nurul - Jumat, 20 Februari 2026 15:06 WIB
RI-AS Bentuk Dewan Perdagangan & Investasi, Langkah Strategis Tingkatkan Ekspor dan Selesaikan Sengketa
Menteri Perdagangan Budi Santoso. (Foto: Dok. Kemendag)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi membentuk Council of Trade and Investment atau Dewan Perdagangan dan Investasi sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan resiprokal.

Langkah ini dinilai akan mempermudah koordinasi bilateral sekaligus mempercepat penyelesaian sengketa perdagangan antarnegara.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, pembentukan dewan ini penting agar sengketa dagang tidak selalu dibawa ke forum global seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), melainkan dapat diselesaikan secara bilateral.

Baca Juga:

"Board of Council itu kan kalau misalnya sengketa dagang, banyak yang langsung ke WTO. Dengan adanya dewan, masalah bisa diselesaikan bilateral. Ini bagus agar perjanjian berjalan efektif," ujar Budi di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2026).

Dewan ini juga diproyeksikan menjadi fasilitator investasi dan perdagangan kedua negara, sekaligus menjaga implementasi perjanjian agar saling menguntungkan.

Beberapa komoditas Indonesia kini sudah dikenakan tarif 0% untuk ekspor ke AS, sehingga diharapkan volume perdagangan akan meningkat.

Budi optimistis, keberadaan dewan akan mendukung target peningkatan ekspor Indonesia ke Negeri Paman Sam. "Target kita harus naik. Karena beberapa komoditas sudah 0%, otomatis ekspor kita ke sana harus meningkat," tambahnya.

Selain itu, Menteri Perdagangan memuji diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang dianggap efektif dalam mempercepat penandatanganan berbagai perjanjian dagang internasional, termasuk Indonesia-EU CEPA, Indonesia-EAEU FTA, hingga kesepakatan dengan Kanada dan AS.

Pemerintah menargetkan proses ratifikasi kesepakatan dengan AS selesai tahun ini, sehingga investasi dan perdagangan dapat segera diimplementasikan.

Langkah strategis ini menjadi bukti upaya pemerintah untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral sekaligus menghadirkan mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih efisien, tanpa harus bergantung pada forum multilateral.*

(d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
"Tough Guy", Sinyal Indonesia Penentu di BoP?
RI Perpanjang IUPK Freeport, Nilai Investasi Capai Rp 337 Triliun
Minyak Sawit, Kopi, Kakao hingga Tekstil, Kini Bisa Masuk AS dengan Tarif 0%
Prabowo Tegaskan Komitmen Perdamaian, TNI Siap Turun ke Gaza Dalam 1-2 Bulan
Momen Akrab Prabowo-Trump: Candaan Hingga Pujian di KTT Perdamaian
Bareskrim Sita 3 Kantor dan 1 Ruko PT DSI, Dugaan Penipuan Capai Rp 2,4 Triliun
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru