BREAKING NEWS
Minggu, 22 Februari 2026

Tarif Dagang AS Dibatalkan Mahkamah Agung, Prabowo Angkat Suara

Adam - Minggu, 22 Februari 2026 08:55 WIB
Tarif Dagang AS Dibatalkan Mahkamah Agung, Prabowo Angkat Suara
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Washington DC, Sabtu (21/2). (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

WASHINGTON DC – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika terbaru terkait kebijakan tarif dagang Amerika Serikat (AS) pasca putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan sebagian kebijakan tarif global Presiden Donald Trump.

"Kita siap untuk menghadapi semua kemungkinan, kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat, kita lihat perkembangannya," ujar Prabowo kepada wartawan di Washington DC, Sabtu (21/2).

Meskipun ada perubahan kebijakan, Prabowo menilai kesepakatan tarif dagang antara Indonesia dan AS relatif menguntungkan kedua negara setelah proses negosiasi panjang.

Baca Juga:

"Intinya kita mungkin paling lama ya berunding soal tarif itu, perdagangan, tapi baguslah hasilnya," katanya.

Ia menambahkan, investor AS menyambut positif pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi di Indonesia.

"Mereka positif terhadap ekonomi kita," ujar Prabowo.

Pada Kamis (19/2), pemerintah Indonesia dan AS resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Tariff (ART) di Washington DC.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, kesepakatan ini membuka peluang ekspor utama Indonesia dengan tarif nol persen.

"Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif, baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik, termasuk semikonduktor dan komponen pesawat terbang, tarifnya adalah nol persen," ujar Airlangga.

Produk tekstil dan apparel Indonesia juga mendapat tarif nol persen melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ).

Kesepakatan ini merupakan hasil negosiasi intensif sejak pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS pada April 2025, yang semula menetapkan tarif 32 persen bagi Indonesia.

Melalui perundingan, Indonesia berhasil mengamankan tarif 0–10 persen untuk beberapa produk unggulan.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Royal Botanica Park Deli Serdang Raih Sertifikat Greenship Gold, Jadi Role Model Hunian Hijau Sumut
Menkop Ferry Juliantono Kukuhkan Koperasi Induk Tembakau Madura, Perkuat Ekosistem Ekonomi Petani Lokal
Usai Kasus Narkoba Eks Kapolres Bima, Polrestabes Medan Siap Jalani Tes Urine Sesuai Perintah Kapolri
Bantuan Sosial Tidak Merata Jadi Masalah Baru Era Prabowo-Gibran, Pengangguran Jadi PR Terbesar
Survei Indekstat: 95% Publik Rasakan Manfaat Program MBG Prabowo-Gibran
Lulusan Sarjana Paling Kritis terhadap Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Survei Indekstat Ungkap Fakta Menarik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru