BREAKING NEWS
Selasa, 24 Februari 2026

RI Sepakati Impor 1.000 Ton Beras dan 580 Ribu Ayam dari AS, Pemerintah Pastikan Tak Ganggu Peternak

Nurul - Senin, 23 Februari 2026 19:57 WIB
RI Sepakati Impor 1.000 Ton Beras dan 580 Ribu Ayam dari AS, Pemerintah Pastikan Tak Ganggu Peternak
ilustrasi. (Foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTAPemerintah Indonesia menyepakati alokasi impor 1.000 ton beras dan 580.000 ekor ayam dari Amerika Serikat sebagai bagian dari perjanjian perdagangan resiprokal kedua negara.

Pemerintah menegaskan, kebijakan ini tidak akan mengganggu produksi dan industri domestik.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan beras yang diimpor merupakan beras dengan klasifikasi khusus. Realisasi impor akan menyesuaikan kebutuhan dan permintaan dalam negeri.

Baca Juga:

"Pemerintah setuju memberikan alokasi impor beras klasifikasi khusus asal AS, namun realisasinya tetap bergantung pada permintaan dalam negeri," ujar Haryo dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).

Ia menambahkan, dalam lima tahun terakhir Indonesia tidak mengimpor beras dari Amerika Serikat. Komitmen impor sebesar 1.000 ton dinilai sangat kecil dibandingkan total produksi nasional yang mencapai 34,69 juta ton pada 2025.

"Jumlah tersebut tidak signifikan, hanya sekitar 0,00003 persen dari total produksi beras nasional," kata Haryo.

Selain beras, Indonesia juga akan mengimpor live poultry dalam bentuk Grand Parent Stock (GPS) sebanyak 580.000 ekor dengan estimasi nilai US$ 17–20 juta.

GPS merupakan sumber genetik utama dalam industri perunggasan dan hingga kini belum tersedia fasilitas pembibitannya di dalam negeri.

Pemerintah juga membuka kemungkinan impor bagian ayam tertentu seperti leg quarters, breast, thigh, maupun mechanically deboned meat (MDM) untuk kebutuhan industri pengolahan makanan.

Volume impor MDM diperkirakan berkisar 120.000–150.000 ton per tahun sebagai bahan baku sosis, nugget, bakso, dan produk olahan lainnya.

Meski demikian, pemerintah menegaskan kebijakan tersebut tetap mengedepankan perlindungan peternak lokal serta menjaga keseimbangan pasokan dan harga ayam nasional.

"Tidak ada kebijakan yang mengorbankan industri domestik. Perlindungan terhadap peternak dalam negeri tetap menjadi prioritas," ujar Haryo.

Kesepakatan ini menjadi bagian dari strategi diplomasi dagang Indonesia dalam menjaga hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat sekaligus memastikan stabilitas pasokan pangan dan bahan baku industri dalam negeri.*

(d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tak Kenal Lelah, Relawan MDMC dan UMMAH Terobos Sungai Dengan Sling Demi Layani Warga Terisolasi di Takengon
MDMC Aceh Tengah Pasang Listrik Tenaga Surya untuk Desa Terdampak Banjir
Puluhan Relawan MDMC Diterjunkan ke Wilayah Terisolir Aceh Tengah Pasca Bencana
Tim MDMC DIY Tuntaskan Misi Kemanusiaan di Gayo Lues, Lanjutkan Penanganan di Takengon
PDM Abdya, MDMC, dan Lazismu Hadir untuk Korban Banjir dan Longsor Gayo Lues
PWM Aceh Bersama LAZISMU dan MDMC Turun Langsung Bantu Korban Banjir
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru