IHSG sempat menyentuh titik terendah 8.134,22 sesaat setelah pembukaan perdagangan.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai pergerakan IHSG hari ini sangat krusial secara teknikal.
"IHSG akan mencoba tes support di 8.200. Jika mampu bertahan, ada potensi short term technical rebound. Namun, jika break di bawah 8.200, koreksi bisa berlanjut hingga 8.050," ujar Fanny dalam publikasi riset harian.
Rentang support IHSG hari ini diproyeksikan berada di level 8.126–8.200, sementara resistance berada pada 8.280–8.320.
Tekanan juga datang dari aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp409 miliar kemarin.
Beberapa saham blue chip yang dilepas asing antara lain BBCA, INKP, dan BBNI.
Dari sisi global, bursa Amerika Serikat atau Wall Street ditutup mayoritas melemah.
Indeks S&P 500 turun 0,54% dan Nasdaq melemah 1,18%, terdorong penurunan saham Nvidia lebih dari 5% meski laba kuartal IV melampaui ekspektasi.
Di Asia, bursa bergerak variatif. Nikkei dan KOSPI menguat tipis seiring meredanya kekhawatiran belanja di sektor AI, sementara Hang Seng masih terkoreksi.