BALIKPAPAN — PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatat tonggak penting dalam pengembangan lapangan migas lepas pantai dengan resmi mengoperasikan PlatformWPS-5 di Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI 1-3-5), Delta Mahakam, Kalimantan Timur, pada akhir Februari 2026.
Pengoperasian ini menandai dimulainya produksi perdana dari dua sumur baru, SS-505 dan SS-504, sekaligus pengujian menyeluruh fasilitas produksi dan jaringan pipanya.
Keberhasilan ini melanjutkan capaian Platform WPS-4 yang telah beroperasi sejak 4 Desember 2025.
Bersama-sama, kedua platform kini menyumbang produksi gas sekitar 45 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).
Proyek SNB AOI 1-3-5 merupakan bagian dari strategi PHM untuk mempertahankan tingkat produksi dan memperkuat kontribusi terhadap pasokan gas nasional.
Dari total enam platform yang direncanakan, dua sudah beroperasi, satu dalam tahap persiapan well intervention dan well connection, sedangkan dua lainnya masih dalam proses pengeboran.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menekankan bahwa tambahan produksi dari dua sumur baru ini penting untuk menjaga keberlanjutan operasi di Wilayah Kerja (WK) Mahakam dan mendukung agenda swasembada energi nasional.
Sumur SS-505 mulai mengalir pada 21 Februari 2026 setelah melalui tahapan clean-up menggunakan sand filter untuk menjaga keandalan fasilitas.
Produksi awal tercatat 12 mmscfd, kemudian disesuaikan secara bertahap untuk memantau performa reservoir.
Setelah seluruh tahapan selesai, sumur ini menargetkan produksi stabil di kisaran 10–11 mmscfd.
Sumur SS-504 menjalani tahapan serupa pada 23–24 Februari 2026, dengan laju produksi mencapai 11,4 mmscfd pada bukaan choke 46/64 inci sesuai prosedur operasi yang ditetapkan.
Setyo menambahkan, optimalisasi proyek mengedepankan inovasi dan teknologi, selaras dengan kebijakan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dan Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (PHE).
Langkah ini bertujuan menjaga tingkat produksi sekaligus menekan laju penurunan alami lapangan migas yang telah memasuki fase mature.
Sebagai operator Wilayah Kerja Mahakam, PHM menjalankan usaha hulu migas dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Melalui sinergi dengan SKK Migas dan entitas afiliasi di bawah PHI, perusahaan memastikan produksi energi berjalan aman, efisien, andal, serta ramah lingkungan, demi mendukung kebutuhan energi nasional.*