Saat ini, Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tersedia 50.000 ton, dan diproyeksikan meningkat hingga 90.000 ton untuk menjamin kelancaran bantuan pangan dan stabilisasi harga di pasar.
Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menjelaskan kenaikan harga beras di tingkat petani saat ini berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp5.500 per kilogram, terdorong tingginya permintaan pasar dan kedatangan pembeli dari luar daerah seperti Aceh.
"Stok beras medium atau CBP kita sangat aman. Dari 50.000 ton yang ada, jumlahnya bisa mencapai 90.000 ton karena akan masuk lagi kiriman sekitar 27.000 ton. Kami terus memasifkan penyaluran beras SPHP di bulan Januari dan Februari untuk meredam lonjakan harga akibat tingginya permintaan masyarakat," ujar Budi, Selasa (2/3/2026).
Tahun ini, jumlah penerima bantuan pangan di Sumut naik dari sekitar 844 ribu jiwa menjadi 1,725 juta jiwa. Dengan alokasi 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng per orang, Bulog menyiapkan total 34.500 ton beras dan 6,9 juta liter minyak goreng untuk program bantuan tersebut.
Bulog Sumut juga menyiapkan stok minyak goreng Minyakita 1,9 juta liter dan minyak goreng premium sebanyak 60.000 ton.
Harga Minyakita dijual ke pedagang seharga Rp14.500 per liter, lebih murah dari minyak kemasan lain yang mencapai Rp17.500, sehingga seluruh pasar utama tetap terjangkau.
Selain beras dan minyak, Bulog juga mengelola gula 250 ton dan jagung 2.789 ton. Realisasi penyerapan gabah petani menunjukkan tren positif, mencapai 150–170 ton per hari, lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya sekitar 100 ton per hari.
Dengan kesiapan stok melimpah dan distribusi yang menjangkau pelosok pasar, Bulog Sumut menegaskan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan menyambut Lebaran tanpa khawatir kelangkaan sembako utama.*
(mi/dh)
Editor
: Nurul
Ketahanan Pangan Sumut Aman, Bulog Tingkatkan Stok Beras Hingga 90 Ribu Ton Hadapi Ramadan dan Idulfitri 2026