"Capaian ini menunjukkan konsolidasi internal yang baik serta strategi penegakan hukum yang lebih presisi. Masyarakat membutuhkan rasa aman, dan indikator yang ada menunjukkan arah yang positif," kata Ibrahim, Senin (2/2/2026).
Selain bidang keamanan, ia menyoroti konsistensi kepolisian dalam pemberantasan narkotika, termasuk pengungkapan jaringan lintas provinsi dengan barang bukti signifikan.
Langkah tegas ini dinilai penting untuk melindungi generasi muda Aceh dari ancaman peredaran narkoba yang kompleks.
Tak hanya itu, pendekatan kepemimpinan Kapolda Aceh juga terlihat dalam program berbasis lingkungan dan respons kebencanaan.
Inisiatif penanaman mangrove serta keterlibatan aparat dalam percepatan pemulihan infrastruktur pascabanjir dianggap sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
"Penegakan hukum harus berjalan seiring upaya pencegahan dan perlindungan jangka panjang. Ketika kepolisian terlibat dalam isu lingkungan dan kebencanaan, itu memperlihatkan paradigma pelayanan yang lebih luas," tambah Ibrahim.
Sebagai mitra kerja kepolisian di parlemen, Ibrahim menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan sekaligus mendukung penguatan kapasitas institusi.
Ia berharap capaian yang telah diraih dapat dipertahankan melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat.
Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan fondasi penting bagi pembangunan dan investasi di Aceh. "Momentum ini harus dijaga agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas," tutup Ibrahim.*