BREAKING NEWS
Sabtu, 25 April 2026

Rupiah Menguat Tipis, Tapi Ancaman Gejolak AS-Iran Bisa Bikin Tekanan Berat

Adelia Syafitri - Selasa, 10 Maret 2026 09:31 WIB
Rupiah Menguat Tipis, Tapi Ancaman Gejolak AS-Iran Bisa Bikin Tekanan Berat
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Selasa (10/3/2026), bersamaan dengan pelemahan dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah menguat 0,41% atau 70 poin ke Rp16.879 per dolar AS, sementara indeks dolar melemah 0,34% ke 98,84.

Meski demikian, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah akan bergerak melemah pada penutupan hari ini ke kisaran Rp16.950–Rp17.000 per dolar AS.

Baca Juga:

"Sentimen utama yang memengaruhi pergerakan rupiah hari ini adalah eskalasi konflik geopolitik AS-Iran, yang mendorong harga minyak dunia melonjak hingga 30%, menembus level US$100 per barel," kata Ibrahim, Selasa (10/3/2026).

Kondisi politik di Iran turut memicu ketidakpastian. Iran telah menunjuk Mojtaba Khamenei untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi.

Ibrahim menilai kelompok garis keras yang menguasai Teheran menjadi indikasi konflik belum akan mereda dalam waktu dekat.

Selain faktor geopolitik, perkembangan data ekonomi global juga memengaruhi rupiah.

Inflasi konsumen China tumbuh 1,3% secara tahunan pada Februari 2026, lebih tinggi dari perkiraan 0,9%, menandai laju tercepat dalam tiga tahun terakhir.

Sementara itu, inflasi produsen masih mengalami kontraksi, membuat pasar menanti arah tren inflasi selanjutnya.

Dari sisi domestik, lonjakan harga minyak menjadi perhatian. Harga minyak dunia sudah menembus US$92 per barel, jauh di atas asumsi makro APBN 2026 yang hanya Rp70 per barel.

"Jika harga minyak terus melonjak mendekati US$100 per barel, defisit APBN bisa bertambah hingga Rp6,8 triliun dan rasio defisit terhadap PDB bisa mendekati 4%," ujar Ibrahim.

Seiring tekanan geopolitik dan tekanan harga energi, rupiah diprediksi akan bergerak fluktuatif sepanjang hari, dengan peluang penguatan terbatas di sesi perdagangan pagi.*

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Melejit 105 Poin! Investor Berebut Saham “Diskon” di Tengah Gejolak Minyak
Tidak Ada Pemangkasan Anggaran Pendidikan di APBN 2026 Untuk Program MBG
Presiden Prabowo: Meski Geopolitik Dunia Berguncang, Masalah Pangan Kita Aman
Harga Emas Antam Naik Tipis, 1 Gram Kini Rp 3,047 Juta
Kasus Dugaan Pengusiran Wartawan di Tapsel Masuki Tahap Penyelidikan, Aparat Penegak Hukum Diminta Profesional dan Transparan
Menaker Yassierli: Perusahaan Tak Cukup Hanya Memberi Pekerjaan, Pekerja Harus Diberi Ruang Berkembang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru