Menurut analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, rupiah diperkirakan akan terus fluktuatif dalam beberapa waktu mendatang, bahkan berpotensi melemah hingga mencapai Rp 17.150 per dollar AS dalam minggu ini.
Tekanan terhadap rupiah semakin menguat akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi global.
"Dengan adanya ketegangan di Timur Tengah dan harga minyak dunia yang melambung, saya perkirakan rupiah akan terus bergerak di kisaran Rp 16.850 hingga Rp 17.150 per dollar AS dalam satu minggu ke depan," ujar Ibrahim.
Selain ketegangan geopolitik, sentimen domestik juga turut menambah beban pada rupiah. Meningkatnya beban pembayaran bunga utang pemerintah Indonesia menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi sentimen pasar terhadap mata uang ini.
Data Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa pembayaran bunga utang pemerintah mencapai Rp 99,8 triliun hingga Februari 2026, yang setara sekitar 27,8 persen dari total pendapatan negara.*
(k/dh)
Editor
: Nurul
Sentimen Geopolitik dan Fiskal Tekan Rupiah, Kini Tersentuh Rp 16.971 per Dollar