"Misalnya sedang dipelajari agar tidak terjadi kemacetan. Jakarta macet itu BBM yang terbuang, padahal BBM nanti akan (habis). Perang kalau tidak segera berhenti akan naik harganya," kata Muhaimin dalam acara pelepasan Mudik Gratis di Jakarta Pusat, Minggu (15/3/2026).
Meskipun gagasan tersebut masih dalam tahap kajian oleh pemerintah, Muhaimin menegaskan bahwa usulan tersebut merupakan pendapat pribadinya dan belum menjadi kebijakan resmi.
Kebijakan penghematan ini juga mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak. Partai Demokrat, misalnya, mengungkapkan dukungannya terhadap rencana efisiensi yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dalam konteks ini, pihak-pihak terkait harus bisa bertahan menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian dan mencegah terjadinya krisis keuangan dalam negeri.
Dengan adanya langkah-langkah efisiensi dan penghematan ini, pemerintah berharap dapat mengoptimalkan anggaran yang ada dan mengurangi dampak dari gejolak geopolitik yang terjadi, sembari memastikan keberlanjutan program-program pembangunan yang vital bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.*