Ribuan Warga Padati Liga Camat Cup Muarasabak Barat, Atmosfer Voli Memanas
MUARASABAK BARAT Ribuan warga memadati arena pertandingan Liga Camat Cup bola voli yang digelar di Kelurahan Rano, Kecamatan Muarasabak
OLAHRAGA
MEDAN – Saman Kanu, mantan Sekretaris PAC PDIP Medan Polonia, menyoroti ketidakpastian yang mengelilingi kepengurusan DPC PDIP Medan, khususnya setelah pelantikan Boydo Panjaitan dan Fuad Akbar sebagai sekretaris dan bendahara DPC Medan oleh Ketua DPD beberapa waktu lalu.
Menurut Saman, tidak adanya pengesahan SK Kepengurusan DPC PDIP Medan oleh DPP menjadi indikasi bahwa pelantikan tersebut tidak sah dan tidak diakui oleh partai.
"Saya melihat adanya peluang untuk konferensi cabang (Konfercab) ulang, terutama mengingat SK DPC yang tak kunjung turun. Ini menunjukkan bahwa pelantikan Boydo dan Fuad belum sah, dan itu memicu keresahan di kalangan kader," ujar Saman Kanu kepada wartawan di Medan, Selasa (24/3).Baca Juga:
Saman juga menyampaikan keprihatinannya terhadap ketidaksolidan di tubuh DPC PDIP Medan yang dinilai tidak menjalankan roda organisasi dengan baik.
Ia menilai bahwa kepemimpinan DPC Medan saat ini lebih berfokus pada pengelolaan organisasi seperti perusahaan pribadi, ketimbang sebagai partai yang mengedepankan kebersamaan dan persatuan kader.
"Ketua terpilih seharusnya lebih mengakomodasi aspirasi kader dan mematuhi petunjuk DPP, salah satunya dengan menerima Robi Barus dan David Roni Ganda Sinaga dalam kepengurusan. Namun, apa yang terjadi adalah mereka sengaja diabaikan, dan ini adalah bentuk pembangkangan terhadap Ketua Umum Ibu Mega," ujar Saman.
Ia menambahkan bahwa ketidakmauan untuk bekerja sama dengan dua kader tersebut justru menciptakan perpecahan di tubuh partai dan merusak keharmonisan yang selama ini menjadi ciri khas PDIP.
Saman Kanu juga menekankan bahwa cara-cara yang digunakan oleh kepengurusan DPC PDIP Medan yang berorientasi pada pengelolaan partai seperti mengelola perusahaan harus dihentikan.
Ia menyarankan agar Konfercab Medan segera dilakukan untuk mengevaluasi kepemimpinan Hasyim sebagai Ketua DPC Medan dan mengembalikan PDIP Medan kepada prinsip-prinsip organisasi partai yang lebih demokratis dan inklusif.
"PDIP adalah partai yang dicintai oleh para kader dan simpatisan. Praktik mengurus DPC seperti PT atau perusahaan pribadi tidak boleh terjadi. Kami ingin agar partai ini kembali pada prinsip kebersamaan dan gotong royong," tambah Saman.
Ia pun mengungkapkan keyakinannya bahwa DPP PDIP kini menyadari adanya ketidakberesan di DPC PDIP Medan, dan itulah mengapa SK DPC Medan belum juga disahkan.
Saman optimistis bahwa setelah libur Idul Fitri, DPP akan segera menggelar Konfercab di Medan, yang juga melibatkan DPC PDIP Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Simalungun.
MUARASABAK BARAT Ribuan warga memadati arena pertandingan Liga Camat Cup bola voli yang digelar di Kelurahan Rano, Kecamatan Muarasabak
OLAHRAGA
BANDA ACEH Polda Aceh mengungkap ratusan kasus kejahatan konvensional sepanjang Januari hingga Juni 2026. Kasus yang berhasil diungkap d
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUHANBATU Komandan Distrik Militer (Kodim) 0209/Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, membantah tudingan yang menyebut personel TNI
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengubah nama pendidikan bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kope
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) tabung 3
EKONOMI
DELI SERDANG Aksi pencurian besi kembali terjadi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kali ini, pagar besi Monumen DR TD Pardede d
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengungkapkan revisi UndangUndang Hak Asasi Manusia (RUU HAM) akan memperkuat kewe
NASIONAL
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, menanggapi santai sorotan publik terkait prosesi adat yang memperlihatkan Presiden
POLITIK
JAKARTA Sidang praperadilan yang diajukan Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026), diwarnai insiden yang diseb
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Fakta baru kembali mencuat dalam sidang dugaan korupsi pengadaan Papan Tulis Interaktif (Smartboard) pada Dinas Pendidikan Kabupat
HUKUM DAN KRIMINAL