Menuju Jakarta 500 Tahun: Mampukah Jadi Kota Global Tanpa Meninggalkan Warganya?
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
MEDAN – Saman Kanu, mantan Sekretaris PAC PDIP Medan Polonia, menyoroti ketidakpastian yang mengelilingi kepengurusan DPC PDIP Medan, khususnya setelah pelantikan Boydo Panjaitan dan Fuad Akbar sebagai sekretaris dan bendahara DPC Medan oleh Ketua DPD beberapa waktu lalu.
Menurut Saman, tidak adanya pengesahan SK Kepengurusan DPC PDIP Medan oleh DPP menjadi indikasi bahwa pelantikan tersebut tidak sah dan tidak diakui oleh partai.
"Saya melihat adanya peluang untuk konferensi cabang (Konfercab) ulang, terutama mengingat SK DPC yang tak kunjung turun. Ini menunjukkan bahwa pelantikan Boydo dan Fuad belum sah, dan itu memicu keresahan di kalangan kader," ujar Saman Kanu kepada wartawan di Medan, Selasa (24/3).Baca Juga:
Saman juga menyampaikan keprihatinannya terhadap ketidaksolidan di tubuh DPC PDIP Medan yang dinilai tidak menjalankan roda organisasi dengan baik.
Ia menilai bahwa kepemimpinan DPC Medan saat ini lebih berfokus pada pengelolaan organisasi seperti perusahaan pribadi, ketimbang sebagai partai yang mengedepankan kebersamaan dan persatuan kader.
"Ketua terpilih seharusnya lebih mengakomodasi aspirasi kader dan mematuhi petunjuk DPP, salah satunya dengan menerima Robi Barus dan David Roni Ganda Sinaga dalam kepengurusan. Namun, apa yang terjadi adalah mereka sengaja diabaikan, dan ini adalah bentuk pembangkangan terhadap Ketua Umum Ibu Mega," ujar Saman.
Ia menambahkan bahwa ketidakmauan untuk bekerja sama dengan dua kader tersebut justru menciptakan perpecahan di tubuh partai dan merusak keharmonisan yang selama ini menjadi ciri khas PDIP.
Saman Kanu juga menekankan bahwa cara-cara yang digunakan oleh kepengurusan DPC PDIP Medan yang berorientasi pada pengelolaan partai seperti mengelola perusahaan harus dihentikan.
Ia menyarankan agar Konfercab Medan segera dilakukan untuk mengevaluasi kepemimpinan Hasyim sebagai Ketua DPC Medan dan mengembalikan PDIP Medan kepada prinsip-prinsip organisasi partai yang lebih demokratis dan inklusif.
"PDIP adalah partai yang dicintai oleh para kader dan simpatisan. Praktik mengurus DPC seperti PT atau perusahaan pribadi tidak boleh terjadi. Kami ingin agar partai ini kembali pada prinsip kebersamaan dan gotong royong," tambah Saman.
Ia pun mengungkapkan keyakinannya bahwa DPP PDIP kini menyadari adanya ketidakberesan di DPC PDIP Medan, dan itulah mengapa SK DPC Medan belum juga disahkan.
Saman optimistis bahwa setelah libur Idul Fitri, DPP akan segera menggelar Konfercab di Medan, yang juga melibatkan DPC PDIP Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Simalungun.
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
JAKARTA Dua dari 26 tokoh yang diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak hadir d
POLITIK
JAKARTA Direktur Law Firm Pedang Keadilan & Partners Zuhri Saifudin menilai Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki peluang untuk mendiskualif
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai rangkaian perombakan pemerintahan Presiden Prabowo Su
POLITIK
MEDAN Video yang memperlihatkan seorang pedagang kaki lima (PKL) diduga dikeroyok sejumlah pria di kawasan depan Kampus Universitas Suma
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan tengah mengembangkan sistem pemerintahan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan publik melal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mayjen TNI (Purn) Prof. H.C. Dr. Rido Hermawan mengajak masyarakat melihat kembali hubungan manusia dengan dirinya sendiri, sesa
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung belum menemukan indikasi keterlibatan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam perka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Anwar Usman memilih tidak memberikan tanggapan mengenai perkara yang mempersoal
NASIONAL
OlehWerdha CandratrilaksitaRESHUFFLE lazimnya menjadi cara seorang presiden memperkuat kendali terhadap pemerintahannya. Menteri yang dinil
OPINI